alexametrics

Suka Duka Sekolah Pinggiran Melaksanakan Pembelajaran Ragam Hias di Masa Pandemi

Oleh : Nuryanti, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid 19 telah berlangsung lama dan mendera seluruh aspek kehidupan termasuk dunia pendidikan. Proses pembelajaran sebagai ujung tombak dari dunia pendidikan turut terkena dampak yang serius dan berkepanjangan. Model pembelajaran dalam jaringan (daring) seakan menjadi pengetahuan dan barang baru bagi sebagian besar peserta didik. Pelaksanaan proses pembelajaran dari tetap mengikuti instruksi dinas pendidikan atas dasar rekomendasi dari Gugus Tugas Covid 19 sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah.

Pembelajaran daring adalah bagian dari kemajuan teknologi informasi yang sebenarnya mudah diakses oleh peserta didik. Abdul Kadir dan Terra Ch. Triwahyuni (2013: 10) menjelaskan bahwa teknologi informasi mempelajari bagaimana menggunakan peralatan elektronika terutama komputer yang kegiatannya berupa penyimpanan, analisis dan distribusi informasi. Informasi terdiri dari kata-kata, angka bilangan atau bisa dalam bentuk gambar. Keterbatasan finansial dari keluarga peserta didik turut memberikan dampak yang besar terhadap kesulitan memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran daring. Peserta didik tidak dapat dituntut untuk memanfaatkan media gadget sebagai aplikasi teknologi informasi pada proses pembelajaran. Kendala orang tua dalam menghadapi pembelajaran daring ini banyak yang mengeluhkan selama peserta didik belajar di rumah, salah satunya guru memberikan banyak tugas, sulitnya jaringan untuk mengakses internet dan tidak efektifnya pembelajaran di rumah serta peserta didik cenderung bermain game di gadget setiap saat dibandingkan fokus pada materi pembelajaran. Kesulitan-kesulitan yang terkait dengan proses pembelajaran juga dialami SMP N 2 Sambi. SMPN 2 Sambi yang memiliki letak geografis di daerah pinggiran sangat merasakan dampak pandemi Covid 19 termasuk pada proses pembelajaran.

Baca juga:  Mengasyikkan, Pembelajaran Pidato Persuasif dengan Twenty Questions

Penulis sebagai guru kelas tujuh SMP N 2 Sambi Kabupaten Boyolali harus berpikir keras agar dapat melaksanakan proses pembelajaran dalam segala keterbatasan termasuk menyampaikan materi tentang menerapkan ragam hias pada bahan tekstil. Salah satu strategi yang digunakan penulis dalam menghadapi berbagai kesulitan proses pembelajaran adalah strategi door to door. Vera dalam Ali Asfuri (2020 : 89) menjelaskan bahwa pembelajaran door to door ini sama halnya dengan kegiatan menyampaikan suatu pelajaran di luar kelas, sehingga kegiatan atau aktivitas belajar mengajar berlangsung di luar kelas atau di rumah masing-masing peserta didik.

Pelaksanaan strategi pembelajaran door to door ini dilaksanakan dengan mendesain proses pembelajaran. Pertama, satu kelas yang beranggotakan rata-rata 33 siswa terdiri dari beberapa siswa yang dapat mengikuti pembelajaran secara darimg melalui WA Grup dan sebagian yang lain mengikuti pembelajaran dengan strategi door to door. Peserta didik yang mendapatkan pelayanan pembelajaran dibagi menjadi beberapa kelompok belajar yang terdiri dari 3 orang tiap kelompok. Kemudian guru mengunjungi setiap rumah yang dijadikan tempat belajar dalam satu kelompok belajar untuk melakukan kegiatan belajar mengajar atau pembelajaran tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan. Pembelajaran door to door pada umumya merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang telah dipersiapkan dan diinovasi oleh pendidik yang merupakan kolaborasi antara kegiatan belajar di dalam kelas dan belajar di luar kelas sehingga tercipta pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan dan peserta didik juga akan aktif dalam pembelajaran. Pemanfaatan strategi pembelajaran door to door ternyata membuahkan hasil. Hal ini tampak dari antusiasme peserta didik pada proses pembelajaran dan mendapatkan hasil belajar yang diharapkan. (*/ton)

Baca juga:  Strategi Guru Menghadapi Pembelajaran IPA di Masa Pandemi Covid-19

Guru SMP N 2 Sambi, Kab. Boyolali

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya