alexametrics

Role Play Berbasis Video Meningkatkan Aktifitas Belajar PPKn di Era BDR

Oleh : Dra. Suciarti

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Suasana belajar di kelas saat ini menjadi hal yang sangat dirindukan karena sejak negara kita terkena wabah covid-19 dunia pendidikan berubah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau setiap institusi pendidikan yang ada di Indonesia untuk mengarahkan peserta didiknya dengan belajar dari rumah atau BDR. Belajar dari rumah adalah suatu kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dengan tidak bertatap muka secara langsung antara peserta didik dengan guru akan tetapi proses pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh melalui media internet.

Pelajaran PPKn adalah mata pelajaran hafalan yang kurang disukai oleh kebanyakan peserta didik, oleh karena itu sebagai guru dituntut untuk berinovasi untuk dapat menyajikan suatu pembelajaran yang menarik agar disukai peserta didik. Sebagaimana yang kami lakukan di SMPN 2 Tirto Kabupaten Pekalongan pada pembelajaran PPKn kelas VII semester genap khususnya pada KD 3.4 Mengidentifikasi keberagaman suku,agama,ras dan antar golongan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, pada materi Keberagaman dalam masyarakat Indonesia, yaitu dengan menyajikan pembelajaran dengan metode role play berbasis video untuk meningkatkan aktifitas belajar peserta didik di era BDR.

Baca juga:  Peningkatan Aktivitas Pembelajaran IPS melalui Model Jigsaw

Menurut Hamalik (2009 ; 179) aktifitas belajar merupakan kegiatan yang diakukan oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, sedangkan metode pembelajaran adalah suatu strategi atau cara yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Dari berbagai metode inovatif yang ada diantaranya adalah metode role play atau metode bermain peran. Menurut Sugihartono (2006 : 83) metode role play adalah metode pembelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan peserta didik dengan cara memerankan suatu tokoh sesuai dengan materi sehingga peserta didik berlatih untuk menghayati perannya sesuai materi yang dipelajari yaitu keberagaman masyarakat Indonesia.

Pemilihan metode role play berbasis video ini karena metode ini diyakini mampu mewujudkan suasana belajar yang menyenangkan sehingga akan meningkatkan aktifitas belajar peserta didik. Melalui permainan ini peserta didik dapat terlibat secara aktif terutama dalam proses pembuatan video tentang keberagaman yang ada di masyarakat Indonesia dan menjadikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.

Baca juga:  Microsoft Whiteboard Mudahkan Pembelajaran Matematika Saat PJJ

Adapun konsep penerapan metode role play adalah sebagai berikut: 1) Guru menyiapkan skenario sesuai dengan materi yang dibahas yaitu Keberagaman dalam masyarakat Indonesia yang akan ditampilkan, skenario dirancang sesuai dengan tema dan dikembangkan oleh peserta didik sesuai dengan kreatifitas dan imajinasinya. 2) Guru menyampaikan kegiatan yang harus dikerjakan sampai pada proses pembuatan videonya. 3) Dengan dipandu oleh guru peserta didik menyusun alur cerita tentang Keberagaman yang ada dalam masyarakat Indonesia dan memvideokan. 4) Dengan dipandu guru peserta didik menentukan batas pengumpulan tugas pembuatan video dan mempresentasikan. Kasus yang diperankan pada metode role play hendaknya kasus yang ada penyelesaian masalah sehingga peserta didik dituntut untuk dapat berfikir menyelesaikan masalah tentang keberagaman yang ada di masyarakat Indonesia. 5) Guru mengomunikasikan materi yang akan dibahas. 6) Guru mengkomunikasikan berbagai macam pendapat dari peserta didik dan menyimpulkannya. 7) Evaluasi yaitu pemberian soal atau tugas untuk mengetahui kepahaman peserta didik tentang materi yang dipelajari.

Baca juga:  Ayo Belajar Komunikasi Bisnis dengan Story Completion

Dari pembelajaran bermain peran atau role play berbasis video ini dinilai sangat efektif digunakan untuk meningkatkan aktifitas belajar peserta didik apalagi di masa BDR seperti sekarang ini selain itu peserta didik memperoleh pengalaman belajar serta mendukung pembelajaran aktif karena peserta didik terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran tersebut sehingga materi bisa langsung terserap dan tersampaikan dengan baik. (pg2/ton)

Guru PPKn SMPN 2 Tirto Kab.Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya