alexametrics

Metode TSTS Tingkatkan Keterampilan Menulis Bahasa Inggris Descriptive Text

Oleh : Ani Dwi Hartanti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan menulis merupakan kebutuhan setiap individu. Oleh karena itu, untuk dapat hidup di masyarakat dalam era teknologi modern ini setiap orang haruslah tidak buta huruf. Seseorang yang tidak mempunyai kemampuan dalam membaca maupun menulis akan mengalami banyak hambatan dalam menjalani kehidupan.

Kemampuan menulis yang dikuasai oleh siswa tidak bersifat alamiah. Kemampuan tersebut perlu dilatih terlebih dahulu untuk dapat dikuasainya. Biasanya seseorang siswa mempelajari kemampuan menulis pada saat mereka memasuki pendidikan formal atau di sekolah. Di sinilah peranan guru cukup besar. Tugas guru adalah membimbing para siswa agar siswa mempunyai kemampuan menulis yang baik. Oleh sebab itu diperlukan guru yang berkualitas.

Berdasarkan pengamatan penulis selama proses pembelajaran jarak jauh siswa kelas VII semester 1 SMP Negeri 2 Bulu pada keterampilan menulis siswa masih rendah. Karena siswa beranggapan bahwa bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang sulit dan kurang menyenangkan sehingga siswa merasa bosan dan malas dalam mengikuti pelajaran.

Baca juga:  Media Android Lebih Disukai Siswa Belajar IPA

Selain itu juga, siswa kurang termotivasi karena metode yang dipakai monoton dan penggunaan media belum tepat. Sebagai seorang guru, penulis merasa tergugah untuk memecahkan masalah yang dihadapi diSMP Negeri 2 Bulu pada siswa kelas VII. Dalam mengatasi masalah tersebut, penulis menggunakan model pembelajaran koopertif TSTS (two stay two stray) untuk meningkatkan keterampilan menulis pada materi descriptive text.

Menurut Suyono (2012:19), metode pembelajaran adalah seluruh perencanaan dan prosedur maupun langkah-langkah kegiatan pembelajaran termasuk pemilihan, cara penilaian yang akan dilaksanakan.
Istarani (2012:201) mengemukakan, “Two Stay Two Stray merupakan pembelajaran dengan metode ini dimulai dengan pembagian kelompok. Setelah kelompok terbentuk guru membagikan tugas berupa permasalahan-permasalahan yang harus mereka diskusikan.”

Baca juga:  Kiat Atur Jadwal Belajar di Rumah vs Kerja di Rumah

Sedangkan menurut Henry Guntur Tarigan (2013:22), menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang. Sehingga orang-orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran.

Adapun langkah-langkah model pembelajaran kooperatif TSTS adalah: guru membagi siswa dalam beberapa kelompok yang setiap kelompoknya terdiri atas empat siswa. Guru memberikan materi pelajaran pada tiap-tiap kelompok untuk dibahas bersama dengan anggota kelompok masing-masing.

Siswa terlihat secara aktif dalam proses berpikir, bekerja sama dalam kelompok. Setelah selesai, dua orang dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya untuk bertamu ke kelompok lain. Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka kepada tamu dari kelompok lain. Tamu mohon berdiri dan kembali ke kelompok sendiri untuk melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.

Baca juga:  Membaca Paragraf Berhuruf Jawa melalui TPS Mekar

Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja, guru membahas dan mengarahkan kepada jawaban yang benar.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran koopertif TSTS (two stay two stray) dalam meningkatkan keterampilan menulis bahasa Inggris siswa SMP Negeri 2 Bulu Pada pengamatan di akhir pembelajaran nilai ulangan harian dengan materi teks descriptive pada keterampilan menulis sebelum menggunakan model pembelajaran koooperatif TSTS mencapai 75 persen siswa yang nilainya di bawah (kurang) KKM.

Setelah menggunakan model TSTS nilai ulangan harian dengan materi descriptive teks pada keterampilan menulis mencapai 82 persen. Hal ini membuktikan bahwa menulis menggunakan model kooperatif TSTS merupakan salah satu solusi dalam membantu siswa pada keterampilan menulis. (pm1/lis)

Guru Bahasa Inggris SMPN 2 Bulu, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya