alexametrics

Serunya Belajar Descriptive Text dengan Metode Guessing Game

Oleh : Sri Pujiyati S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, FILOSOFI sekolah adalah mengajarkan ilmu pengetahuan kepada siswa. Sekolah juga disebut sebagai taman bermain dan belajar bagi siswa. Maka pembelajaran yang ideal adalah yang mampu menciptakan kelas pembelajaran seperti taman. Ini diartikan sebagai ruang belajar yang menyenangkan, tidak ada penekanan kekerasan dan ketegangan. Siswa menerima pembelajaran dalam keadaan senang dan gembira.

Pembelajaran yang menyenangkan bisa disebabkan oleh sarana prasarana yang memadai, media pembelajaran yang menarik, guru yang kreatif. Meskipun untuk mewujudkannnya terkadang ada kendala. Sebagaimana yang dialami oleh siswa kelas VII SMPN 2 Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, masih terdapat siswa yang tidak fokus, tidak antusias, dan tampak bosan di kelas. Karena itu, penulis dalam pembelajaran materi descriptive text di kelas VII menerapkan metode Guessing Game. Metode ini dipercaya membuat siswa gembira dalam belajar.

Klipple dalam Jubaedah (2009) mengatakan bahwa “The basic rule of guessing games is eminently simple one person knows something that another one wants to find out” artinya aturan dasar guessing game itu sangat sederhana, seseorang tahu tentang kosa kata dan yang lain berusaha untuk menemukannya.

Baca juga:  Tingkatkan Akselerasi Pembelajaran Reading melalui Blended Learning

Menurut Marriem Website bahwa Guessing Game adalah permainan yang mana seseorang harus bersaing dengan orang lain atau kelompok lain untuk menebak sesuatu yang telah diberi petunjuknya. Dapat didefinisikan bahwa guessing game adalah sebuah permainan yang mana seseorang atau sebuah kelompok mencoba menjawab sebuah pertanyaan yang telah diberi beberapa kata kunci yang berhubungan dengan kata tersebut.

Materi pembelajaran descriptive text pada kelas VII memuat kompetensi dasar pada ranah pengetahuan membandingkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks deskriptif lisan dan tulis. Dengan memberi dan meminta informasi terkait dengan deskripsi orang, binatang, dan benda, sangat pendek dan sederhana. Sesuai dengan konteks penggunaannya. Pada ranah keterampilan menyusun teks deskriptif lisan dan tulis, sangat pendek dan sederhana, terkait orang, binatang, dan benda, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, secara benar dan sesuai konteks.

Baca juga:  LSQ Memicu Hasil Positif dalam Pembelajaran Matematika

Dalam teks deskriptif, peserta didik akan belajar fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan. Ini tidak mudah, karena perbendaharaan kata mereka masih kurang dan jarang menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi.

Adapun langkah-langkah model pembelajaran Guessing Game pada materi descriptive text sebagai berikut, pertama, guru melakukan apersepsi dan memberi motivasi agar siswa bersemangat dan adanya rasa gembira. Kedua, sebelum masuk pada materi, guru membagi kelas ke dalam kelompok–kelompok kecil misalnya untuk siswa yang jumlahnya 32 orang dibagi menjadi 8 kelompok. Setiap kelompok terdiri 4 orang dengan tingkat kecerdasan yang berbeda. Ketiga, setiap kelompok diberi gambar binatang kesayangan atau pets yang berbeda. Keempat, kemudian mereka diskusi dalam kelompok untuk membuat beberapa kalimat berdasarkan gambar. Kelima, satu orang perwakilan dari kelompok, maju di depan kelas untuk menjawab pertanyaan kelompok lain dengan berkata Yes atau No.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Mengemukakan Pendapat melalui Talking Stick

Dalam permainan Guessing Game, siswa yang menjawab disebut knower (orang yang mengetahui) dan siswa yang bertanya dan penebak kata disebut guesser. Guesser diberi batasan waktu satu menit atau sesuai perjanjian mereka. Kelompok atau individu yang dapat menebak, mengambil gambar yang sesuai dan ditempel di papan pajang. Untuk kelompok atau individu yang membuat pertanyaan dan menebak kata paling banyak akan mendapatkan poin.

Setelah pembelajaran, penulis mendapatkan beberapa manfaat dalam pembelajaran descriptive text menggunakan Guessing Game. Di antaranya dapat meningkatkan perbendaharaan kosa kata, melatih siswa untuk menulis dan berbicara dalam bahasa Inggris, dan suasana pembelajaran terasa menyenangkan. (pg2/ida)

Guru Bahasa Inggris SMPN 2 Wonopringgo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya