alexametrics

Senangnya Membandingkan Pecahan dengan Karton Arsir

Oleh : Muyasaroh, S.Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran adalah perpaduan dari dua aktivitas, yaitu mengajar dan belajar. Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar tentunya banyak faktor yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya kegiatan belajar mengajar. Faktor yang mempengaruhi belajar dibedakan menjadi dua golongan, yaitu faktor intern dan ekstern.

Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang berada di luar individu (Slameto, 2010:54). Faktor sekolah merupakan faktor ekstern, di antaranya berupa metode mengajar, model pembelajaran, alat pengajaran, dan relasi guru dengan siswa. Metode mengajar, model pembelajaran dan alat pengajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar menjadi tanggung jawab seorang guru untuk menyiapkannya sesuai dengan materi ajar yang akan disampaikan, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Di kelas VI semester 1 SD Negeri Karangsari, Bojong terdapat muatan pelajaran matematika dengan materi membandingkan bilangan pecahan, Sebagian besar peserta didik mengatakan bahwa materi tersebut cukup sulit untuk dipahami dan tidak menyukai materi ini.

Baca juga:  Redesain Layanan Bimbingan dan Konseling

Hal tersebut disebabkan dalam materi ini peserta didik dituntut untuk memahami konsepnya. Cara guru dalam menyampaikan materi kurang menarik serta tidak dilengkapi dengan alat pengajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut untuk mampu menggunakan alat pengajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Bahkan mampu memilih dalam penggunaan metode mengajar, sehingga mampu mengaktifkan peserta didik.

Dari kondisi tersebut, maka solusi yang digunakan penulis dalam mengajarkan materi membandingkan bilangan pecahan adalah menggunakan metode demonstrasi. Metode demonstrasi digunakan pada pengajaran dengan proses yaitu menggunakan benda atau bahan ajar pada saat pengajaran.

Di sini penulis menggunakan benda berupa kertas karton yang diarsir untuk mendemonstrasikan konsep materi pecahan. Sebagai contoh perbandingan antara pecahan dua perlima dengan pecahan empat pertujuh.

Baca juga:  Dakon KPK FPB, Tingkatkan Pretasi Belajar Matematika Pokok Bahasan KPK dan FPB

Adapun langkah-langkahnya yaitu: pertama, guru membuat dua buah persegi dengan ukuran yang sama besar menggunakan kertas karton. Kedua, dua buah persegi yang telah terbentuk masing-masing dibagi menjadi beberapa bagian dengan jumlah bagian yang berbeda untuk tiap buah perseginya.

Satu buah persegi dibagi menjadi lima bagian sama besar dan satu persegi yang lain dibagi menjadi tujuh bagian sama besar juga. Ketiga, dari satu buah persegi yang telah dibagi menjadi lima bagian kita arsir dua bagian dan di dalam bagian yang diarsir ditulis dua perlima. Keempat, satu buah persegi yang lainnya juga diarsir. Persegi yang telah dibagi menjadi tujuh bagian sama besar kita arsir empat bagian dan ditulis empat pertujuh. Kelima, bagian yang telah diarsir dari kedua persegi tersebut kita potong sesuai besarnya arsiran. Keenam, potongan bagian yang telah diarsir dari dua buah persegi tersebut kita tumpuk dan kita amati dari keduanya bagian mana yang lebih besar maupun yang lebih kecil. Ketujuh, menentukan dua buah potongan bagian yang diarsir lebih besar atau lebih kecil dari potongan bagian yang lainnya. Dari langkah keenam dan ketujuh dapat diketahui perbandingan bilangan pecahannya.

Baca juga:  Mudah Disiplinkan Belajar Siswa melalui Metode CPD

Kegiatan mendemonstrasikan perbandingan bilangan pecahan menggunakan media karton arsir membuat peserta didik lebih fokus dan terarah pada materi. Peserta didik dapat pula mempraktikkan apa yang didemonstrasikan guru. Sehingga peserta didik memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi yang dipelajari karena belajar dengan melakukan sendiri. (ce3/lis)

Guru Kelas 6 SDN Karangsari, Kec. Bojong, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya