alexametrics

UKK Membuat Siswa Lebih Percaya Diri di DUDIKA

Oleh : Fatkhurohman, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMRANG.ID, Siswa kelas XII pada akhir tahun diadakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang telah diatur berdasarkan Permendikbud Nomor 34 Tahun 2018 tentang standar Nasional Pendidikan SMK/MAK. Tujuan UKK untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa SMK yang telah menyelesaikan proses pembelajaran sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh; memfasilitasi siswa SMK yang akan menyelesaikan pendidikannya untuk mendapatkan sertifikat kompetensi; memfasilitasi kerja sama SMK dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

Sesuai surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 1 tahun 2021 tentang penilaian ujian nasional dan ujian kesetaraan serta pelaksanaan ujian sekolah dalam masa darurat penyebaran Covid-19, terutama no. 5 UKK merupakan penilaian yang diselenggarakan khusus bagi siswa SMK untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang setara dengan kualifikasi jenjang 2 atau 3 pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

UKK dilaksanakan di akhir masa studi oleh lembaga sertifikasi kompetensi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri (Pedoman Penyelenggaraan Uji Kompetensi Keahlian SMK Tahun Pelajaran 2020/2021: 2).

Baca juga:  Blended Learning Aktifkan Pembelajaran Masa Pandemi

Hasil UKK bagi peserta didik akan menjadi indikator ketercapaian standar kompetensi lulusan. Sedangkan bagi stakeholder hasil UKK dijadikan sumber informasi atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja. Materi UKK disusun berdasarkan skema sertifikasi sesuai jenjang kualifikasi peserta uji/asesi yang memuat kemampuan melaksanakan pekerjaan spesifik, operasional (Pedoman Penyelenggaraan Uji Kompetensi Kelahlian SMK Tahun Pelajaran 2020/2021 : 4).

Mekanisme pelaksanaan uji kompetensi siswa dapat memilih salah satu atau beberapa jenis skema penyelanggaraan ujian. Yaitu melalui sistem sertifikasi mitra DUDIKA atau asosiasi profesi; melalui LSP pihak kesatu (LSP-P1); melalui LSP pihak kedua (LSP-P2); melalui LSP pihak ketiga (LSP-P3) atau lembaga sertifikasi keterampilan (LSK); melalui panitia uji kompetensi (PTUK) sesuai regulasi yang dikeluarkanoleh BNSP; dan UKK mandiri dimana instrumen UKK yang disusun pemerintah pusat sebagai standar minimal dengan melibatkan mitra DUDIKA, dan berorentasi pada standar kompetensi lulusan.

Baca juga:  Literasi dan Kerjasama Mapel PJOK selama PPJ

SMK Negeri 1 Salam Magelang program keahlian agribisnis pengolahan hasil pertanian mekanisme pelaksanan uji kompetensi keahlian telah mengunakan skema penyelenggaraan uji kompetensi melalui LSP pihak ketiga (LSP-P3) atau lembaga sertifikasi keterampilan (LSK) yang didirikan oleh asosiasi industri atau asosiasi profesi dengan tujuan melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja untuk sektor profesi tertentu sesuai lingkupnya.

Uji kompetensi keahlian dengan lembaga sertifikasi profesi kualitas uji kompetensi memiliki nilai lebih. Karena penetapan kelayakan uji kompetensi terstandaraisasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), skema sertifikasi kemasan kualifikasi sesuai sertifikasi yang telah ditetapkan. Sedangkan pengujinya dari asesor yang telah memiliki sertifikat asesor yang diterbitkan oleh BNSP atau lembaga lain yang diakui dan sertifikat tersebut masih belum habis masa berlakunya.

Siswa diuji kompetensinya berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Naional Indonesia (SKKNI). Rumusan uji kompetensinya mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Baca juga:  Mengukur Besaran dan Satuan dalam Kehidupan Sehari-hari

Nantinya siswa yang lulus uji kompetensi akan memiliki sertifikat yang dikeluarkan dari BNSP dengan predikat kompeten. Sertifikat ini sebagai bukti pengakuan tertulis atas capaian kompetensi pada kualifikasi tertentu yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi yang berwenang.

Dengan memiliki sertifikat tersebut siswa akan percaya diri jika hendak melamar pekerjaan, pengakuan dari dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA) sebagai sumber daya manusia dari pemasoknya atau sumber daya manusia dari jejaring kerja. Sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP. Pengakuan inilah nantinya siswa dapat bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Selain itu akan terjalin kerja sama yang saling menguntungkan antara satuan pendidikan dangan DUDIKA. (pm1/lis)

Guru SMK Negeri 1 Salam, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya