alexametrics

Kolaborasikan Discovery Learning dengan Media Sederhana pada Materi Pencerminan

Oleh : Aliyah S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN di sekolah dasar (SD) merupakan pendidikan anak yang berusia antara 7 sampai dengan 13 tahun sebagai pendidikan di tingkat dasar yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat bagi siswa. Disinilah siswa SD ditempa berbagai bidang studi yang kesemuanya harus mampu dikuasai siswa. Tidaklah salah bila di SD disebut sebagai pusat pendidikan. Bukan hanya di kelas, proses pembelajaran itu terjadi di luar kelas, termasuk ke dalam kegiatan pembelajaran.

Salah satu materi sains yang dipelajari di tingkat SD adalah materi tentang cahaya. Salah satu standar kompetensinya adalah mendeskripsikan sifat-sifat cahaya. Karena itu, agar siswa mencapai kompetensi ini, guru perlu mengajak siswa melakukan eksperimen. Media pembelajaran yang dibutuhkan adalah sendok sayur, kaca riben/kaca kusam, kertas plastik berwarna, mistar kayu, buku album, lilin, senter, cermin datar, cermin cembung dan cermin cekung. Selain penggunaan atau pemilihan media yang sesuai dengan materi yang diajarkan, pemilihan metode pembelajaran juga sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar siswa.

Baca juga:  Upaya Pembelajaran pada saat New Normal

Metode pembelajaran yang dipilih kelas IV SDN 02 Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, pada materi pencerminan adalah Discovery Learning. Model pembelajaran discovery learning ini merupakan pembelajaran yang disampaikan kepada siswa. Harapannya, siswa dapat memahaminya secara independen. Dalam hal ini siswa akan diberi kemampuan dan cara menjadi seorang ilmuwan. Dengan pembelajaran ini, siswa tidak hanya berperan pasif menerima materi pelajaran. Namun juga memprosesnya sampai memahami dan menguasai yang biasa disebut pembelajaran aktif.

Berlandaskan Hosnan (2014:282), discovery learning adalah model pengembangan kemampuan belajar aktif pada siswa agar bisa investigasi dan mendapatkan ilmu secara mandiri. Dengan belajar aktif ini siswa bisa dilatih berpikir secara analisis dan problem solving sehingga ilmu pengetahuan bisa bertahan lama dalam diri siswa.

Baca juga:  Belajar IPS lebih Menyenangkan Menggunakan Couple Card

Dengan mengolaborasikan metode Discovery Learning dengan Media Sederhana seperti sendok sayur kaca riben/kaca kusam, kertas plastik berwarna, mistar kayu, buku album, lilin, senter, cermin datar, cermin cembung dan cermin cekung diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa. Hal ini dibuktikan dengan keaktifan siswa dalam berinteraksi dengan guru maupun dengan teman sebayanya. Juga dibuktikan dengan hasil belajar/nilai yang jauh lebih meningkat.

Ini adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh guru akar tercipta pembelajaran yang menyenangkan dengan harapan agar prestasi belajar lebih baik. (gb1/ida)

Guru SDN 02 Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya