alexametrics

Cinta Nabi dan Rasul melalui Model Pembelajaran CIRC

Oleh : Rubiyati S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMRANG.ID, PENDIDIKAN masih sering menjadi perhatian berbagai pihak. Terutama rendahnya kualitas pembelajaran, tidak kompetennya para pendidik dan kurangnya perhatian pendidik terhadap peserta didik serta berbagai permasalahan lain yang menyertainya. Pembelajaran seharusnya memang memperhatikan kebutuhan peserta didik. Proses pembelajaran tidak dapat memaksakan model dan strategi pembelajaran dalam pelaksanaannya yang membuat peserta didik bosan dan kurang nyaman dalam mengikuti pembelajaran.

Memasuki masa revolusi industri maju, proses pembelajaran harus mengedepankan model inovatif dan kreatif. Karena proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang, berinovasi, dan berkreasi. Kurang kreatifnya para pendidik dalam membimbing siswanya, kurikulum yang sentralistik juga menjadi faktor proses pembelajaran menjadi semakin suram.

Perlu adanya terobosan model pembelajaran yang dapat meningkatkan peserta didik untuk berdiskusi, bekerjasama dan bertukar ide serta permasalahan. Model pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai subjek akan dapat memberikan dorongan kepada peserta didik berkembang. Karena model pembelajaran merupakan penggerak dari proses pembelajaran.

Baca juga:  UKK Membuat Siswa Lebih Percaya Diri di DUDIKA

Joyce & Weil yang dikutip oleh Rusman (2012: 133) menjelaskan bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain.

Istarani (2012:58) turut menyinggung bahwa model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar. Pelibatan peserta didik dalam proses pembelajaran disebut sebagai model Cooperative Learning atau pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif akan melibatkan peserta didik pada sebuah kelompok belajar menuntutnya untuk dapat memikul tanggung jawab besar bagi kelompoknya. Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Compotition (CIRC).

Baca juga:  Senangnya Membandingkan Pecahan dengan Karton Arsir

Uno dan Muhamad (2011:115), mengungkapkan bawha Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) merupakan salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang merupakan komposisi terpadu membaca dan menulis secara kooperatif (kelompok). Yaitu membaca materi yang diajarkan dari berbagai sumber dan selanjutnya menuliskannya ke dalam bentuk tulisan yang dilakukan secara kooperatif. Model ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk membaca dan menerima umpan balik dari kegiatan membaca yang telah dilakukan.

Suyatno (2009: 68) juga mengartikan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Compotition (CIRC) adalah sebagai suatu model pembelajaran kooperatif yang mengintegrasikan suatu bacaan secara menyeluruh kemudian mengkomposisikannya menjadi bagian-bagian yang penting. CIRC juga dapat dimaknai secara sebagai sebuah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif atau kelompok.

Penulis sebagai guru SDN 02 Sragi Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan memanfaatkan model CIRC di kelas IV pada materi Aku Cinta Nabi dan Rasul. Penulis menggunakan model ini dengan tahapan, pertama, membentuk kelompok belajar yang heterogen dengan anggota 4-5 orang. Kemudian, guru memberikan wacana berupa bahan bacaan yang sesuai dengan materi bahan ajar pada proses pembelajaran. Langkah selanjutnya, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama dengan membaca secara bergantian, menemukan kata kunci, dan memberikan tanggapan dalam kelompoknya. Kemudian tiap kelompok menuliskan hasil kolaboratif untuk dipresentasikan di depan kelompok lain. Pada langkah terakhir, guru memberikan evaluasi dan membuat kesimpulan bersama. Pembelajaran dengan menggunakan model CIRC ternyata berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran, meningkatnya pemahaman peserta didik pada materi yang didiskusikan dan hasil belajar yang maksimal. (*/ida)

Baca juga:  Perspektif Corona dari Sisi Agama Islam

Guru SDN 02 Sragi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya