alexametrics

Trik Pembelajaran di Masa Pandemi dengan Homeschooling

Oleh : Sarini SPd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEBIJAKAN physical distancing untuk memutus penyebaran wabah Covid-19, memaksa perubahan dari pendidikan formal di bangku sekolah menjadi belajar dari rumah dengan sistem online. Pendidikan merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia (SDM). Kualitas SDM merupakan kunci terwujudnya Indonesia Emas 2045, yang adil dan sejahtera, aman dan damai, serta maju dan mendunia. Pendidikan yang akan menentukan kemana bangsa ini akan menyongsong masa depannya, apakah menjadi bangsa besar yang beradab, cerdas dan siap beradaptasi dengan perubahan zaman, atau menjadi raksasa sakit yang tenggelam dalam berbagai persoalannya sendiri. Kalah dalam persaingan global, bahkan diacak-acak berbagai kepentingan jangka pendek, baik dari dalam maupun luar negeri.

Melalui pengamatan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada setiap pembelajaran di SDN Rowolaku terutama kelas 5, hasilnya selama proses pembelajaran bisa dilakukan model pembelajaran home visit. Guru mendatangi siswa di rumah dengan mempertimbangkan serta memerhatikan sejumlah protokol kesehatan. Model ini lebih dekat model home schooling.

Baca juga:  Manajemen Waktu Tingkatkan Kedisplinan dan Kenyamanan Belajar

Home schooling atau sekolah rumah adalah model pendidikan atau aktivitas belajar yang dilaksanakan di rumah atau di tempat lain selain di sekolah konvensional baik secara kolega (keluarga) maupun komunitas. Semua dilakukan pengaturan sendiri terhadap penyelenggaraan pendidikan, tujuan pendidikan, nilai-nilai yang hendak dikembangkan, kecerdasan dan keterampilan, kurikulum dan materi, serta metode dan praktek belajar.

Menurut Suryadi (2006:12), home schooling adalah proses layanan pendidikan secara sadar, teratur dan terarah dilakukan oleh orang tua atau keluarga di rumah atau tempat lain dengan penuh tanggung jawab. Proses belajar mengajar dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dengan tujuan agar setiap potensi anak yang unik dapat berkembang secara maksimal. Home visit juga dilakukan di tengah-tengah orang tua yang sedang bekerja dan tidak memberikan seperangkat alat teknologi kepada siswanya. Nantinya, pada program home visit guru-guru yang akan berkunjung tidak akan memberikan pelajaran, biar ada kesan bersahabat dan kekeluargaan serta kebersamaan. Berikut ini beberapa cara praktis home schooling, pertama, gunakan waktu sebanyak mungkin untuk mengamati anak anda saat belajar dan bermain. Anda bisa memikirkan kegiatan seperti apa yang bisa digunakan untuk mengembangkan bakatnya tersebut, untuk membantu menemukannya sembari membicarakan tentang topik yang menyinggung kegiatan tersebut. Kedua, berikan kesempatan siswa untuk menentukan keputusan dan membuat pilihan kegiatan yang ingin dilakukan. Kemudian memikirkan pula caranya agar bisa mengubah cara pikirnya siswa sehingga bisa melakukan pendekatan padanya. Ketiga, usahakan untuk melibatkan keluarga besar atau teman dekat dalam kegiatan belajar di rumah. Ini akan membuat anak tertarik pada kegiatan yang dibuat dan bersenang-senang bersama orang-orang yang berarti baginya. Keempat, berilah sedikit hal atau kegiatan yang bertujuan untuk menekankan nilai-nilai keluarga pada peserta didik.

Baca juga:  Metode “Tuba Nyapa” Meningkatkan Pemahaman Materi Dua Kalimah Syahadat

Dengan metode home schooling akan lebih memberikan kemandirian dan kreativitas individual bukan pembelajaran secara klasikal pada peserta didik. Dapat memberikan peluang untuk mencapai kompetensi individual semaksimal mungkin, sehingga tidak selalu harus terbatasi untuk membandingkan dengan kemampuan tertinggi, rata-rata atau bahkan terendah. (ce2.4/ida)

Guru SDN Rowolaku, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya