alexametrics

Serunya Belajar Sistem Ekskresi dengan Metode TPS

Oleh ; Istianah,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN merupakan aspek kegiatan manusia yang kompleks yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan. Pembelajaran secara simpel dapar diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup. Pembelajaran dalam makna kompleks adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya “mengarahkan interaksi siswa dengan sumber lainnya” dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Pembelajaran yang menyenangkan menjadi kunci kesuksesan interaksi siswa dan guru karena dengan rasa gembira siswa dapat menerima informasi pengetahuan dengan mudah. Meskipun pada kenyataanya seringkali mendapat kendala dan tantangan. Sebagaimana penulis alami pada kelas VIII (delapan) di SMP Negeri 2 Wiradesa masih terdapat siswa yang tampak bosan dan tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Kondisi ini menjadi kajian penulis untuk mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif. Penulis menerapkan metode Think Pair Share atau disebut TPS dalam materi Sistem Ekskresi dikelas VIII. Penulis percaya bahwa metode ini sangat efektif pada materi tersebut.

Menurut Trianto (2010:81) adalah:” Think Pair Share (TPS) atau berpikir berpasangan berbagi adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi interaksi siswa”. Sedangkan menurut Suyatno (2009: 54) mengatakan bahwa : “TPS adalah model pembelajaran kooperatif yang memiliki prosedur ditetapkan secara eksplinsit memberikan waktu lebih banyak kepada siswa untuk memikirkan secara mendalam tentang apa yang dijelaskan atau dialami (berfikir, menjawab, dan saling membantu satu sama lain)”.

Baca juga:  Tingkatkan Mutu Sekolah dengan Supervisi Akademik Guru

Tujuan metode Think Pair Share adalah untuk meningkatkan penguasaan akademik, dan mengajarkan keterampilan sosial, untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik, unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit, dan untuk membantu siswa menumbuhkan kemampuan berpikir kritis.

Tujuan Pembelajaran Materi Ekskresi ini siswa diharapkan dapat melakukan mendeskripsikan fungsi sistem ekskresi bagi manusia, mengidentifikasi organ-organ yang berperan dalam sistem eskresi,menjelaskan hubungan struktur dan fungsi pada organ ginjal, menjelaskan hubungan struktur dan fungsi pada organ paru-paru, menjelaskan hubungan struktur dan fungsi pada organ hati, menjelaskan hubungan struktur dan fungsi pada organ kulit, mengidentifikasi kelainan dan penyakit yang terjadi pada sistem ekskresi dan menyebutkan berbagai pola hidup untuk menjaga kesehatan sistem ekskresi.

Baca juga:  Menghidupkan Suasana Belajar Bahasa Inggris Secara Aktif

Karakteristik model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) ada 3(tiga) langkah utama yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran, yaitu langkah Think (berpikir secara individu). Pada tahap think, guru mengajukan suatu pernyataan atau masalah yang dikaitkan dengan pembelajaran, siswa ditugasi untuk berpikir secara mandiri mengenai pertanyaan atau masalah yang diajukan. Pair (berpasangan) . Guru menugasi siswa untuk berpasangan dan diskusikan mengenai apa yang telah mereka pikirkan dan share (berbagi jawaban dengan pasangan lain atau dengan seluruh kelas). Guru menugasi pasangan-pasangan tersebut untuk berbagi hasil pemikiran mereka dengan pasangan yang lain atau dengan seluruh kelas

Langkah-Langkah Pembelajaran Dengan Menggunakan Think Pair Share (TPS) dalam materi system ekskresi kelas VIII(delapan) sebagai berikut pertama, guru melalukan apersepsi dan brainstorming yang menarik yang memunculkan banyak pedapat agar kelas menjadi ramai dan memiliki banyak pendapat. Kegiatan ini sebagai motivasi memberikan semangat belajar. Lalu guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan indikator capaian belajar. Kemudian ,guru mengajukan pertanyaan atau isu yang terkait dengan materi system ekskresi dan siswa diberi waktu satu sampai dua menit untuk berpikir sendiri mengenai jawaban atau isu tersebut. Selanjutnya, guru meminta kepada siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan mengenai apa yang dipikirkan. Setelah itu guru meminta pasangan-pasangan tersebut untuk berbagi atau bekerjasama dengan kelas secara keseluruhan mengenai apa yang telah mereka bicarakan. Kemudian guru melakukan kesimpulan dan refleksi pembelajaran.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Materi Cermin dengan Media Papan Dart

Pelaksanaan model pembelajaran Think Pair Share ini penulis memperoleh manfaat diantaranya dapat memberi siswa lebih banyak waktu berpikir, untuk merespon dan saling bantu, dapat mengoptimalkan partisipasi siswa dalam mengeluarkan pendapat, dan meningkatkan pengetahuan, dan dapat membuat siswa meninjau dan memecahkan permasalahan yang dari sudut yang berbeda, namun menuju ke arah jawaban yang sama. (ce4/zal)

Guru SMPN 2 Wiradesa

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya