alexametrics

Pembelajaran PAI Asyik dengan Metode Smart Game

Oleh : Umi Nuryati, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya. Oleh karena itu sebagai guru dituntut untuk selalu memberikan materi terbaik bagi anak didik. Banyak metode yang bisa disampaikan dari guru kepada siswa. Salah satunya saat siswa mengalami kesulitan dalam menguasai Kompetensi Dasar (KD) tentang mengerti makna iman kepada malaikat-malaikat Allah berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan alam sekitar.

Guru PAI harus mampu menciptakan model yang terbaru dan inovatif. Salah satu metode yang jarang digunakan dalam pembelajaran PAI adalah metode smart game. Metode ini menyajikan berbagai bentuk permainan. Permainan (games) populer dengan berbagai sebutan, seperti ice breaker berarti pemanasan dan energizer berarti penyegaran. Hal ini penulis terapkan di SD Negeri 01 Rembun, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

Karakteristik games adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (fun) serta serius tapi santai. Permainan digunakan untuk penciptaan suasana yang semula pasif menjadi aktif, kaku menjadi luwes, jenuh menjadi riang. Metode ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efektif dan efisien dalam suasana gembira meskipun membahas hal-hal yang sulit.

Baca juga:  TMT Tingkatkan Kesantunan Berbahasa

Banyak bentuk permainan kreatif dan edukatif untuk anak. Yudha Kurniawan dalam bukunya “Smart Games for Kids” menyebutkan 35 jenis permainan kecerdasan untuk anak, yaitu: tepuk nama; sebanyak mungkin; mengingat aku; DOR; pulpen dan pensil; menggambar bangun; keluarga burung; menuliskan kekuatan pribadi; menghitung acak; acak gambar; tes tiga menit; cerita berantai; pesan berantai; pijat palu babat; operasi angka berantai; memilih bangun; konsentrasi titik; mengurut usia; presentasi kelompok; penjahat dan polisi; gajah, jerapah, dan pohon kelapa; buah apel; tangan kusut; melewati rintangan kecil; pesan dari bola; cari tempat; sentuhan suara; tebak batu; sesuatu dari sarung; berdiri bersama-sama; gangsing hidup; kata-kata sulit; mengangkat bersama; arah mata angin; mendengar bunyi dan mencium bau.

Baca juga:  Pancasila Sarana Memperkuat Kebersamaan dalam Keberagaman

Smart game adalah permainan yang dirancang sedemikian rupa. Agar siswa menguasai KD tentang mengerti makna iman kepada malaikat-malaikat Allah berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan alam sekitar. Metode permainan yang digunakan adalah permainan tepuk malaikat. Langkah-langkah permainan tepuk malaikat sebagai berikut: Pertama, Guru membagikan handout “tepuk malaikat”. Sebelum pembelajaran dimulai guru sudah mempersiapkan teks materi berupa hand out tepuk malaikat yang kemudian dibagikan kepada siswa.

Kedua, Siswa melakukan permainan tepuk malaikat dengan bimbingan guru. Siswa dibantu oleh guru bersama-sama untuk mempraktikkan permainan tepuk malaikat sesuai perintah pada teks materi yang sudah dibagikan kepada siswa.

Ketiga, Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Setelah bersama-sama berlatih mempraktikkan permainan tepuk malaikat kemudian siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil.

Keempat, Siswa melakukan permainan tepuk malaikat antar kelompok dengan model tanya jawab. Melalui kelompok kecilnya siswa melakukan permainan tepuk malaikat antar kelompok dengan model tanya jawab secara bergantian dengan kelompok yang satu menyebutkan nama malaikat-malaikat Allah sedangkan kelompok lainnya menjawab tugas tugasnya secara bergantian.

Baca juga:  Solusi Pembelajaran Bahasa Inggris Tepat melalui TPR

Kelima, Siswa melakukan permainan tepuk malaikat bersama teman sebangku dengan model tanya jawab. Kemudian siswa diberi kesempatan untuk melakukan permainan tepuk malaikat bersama teman sebangku dengan model tanya jawab siswa yang satu bertepuk menyebutkan nama malaikat-malaikat secara satu persatu dan teman lainnya menjawab setiap tepukan dengan tugas-tugasnya dan juga saling bergantian.
Keenam, Refleksi dan kesimpulan. Setelah dilakukan secara berulang-ulang mulai dari permainan dengan kelompok kecil dan permainan dengan teman sebangku maka guru bersama siswa melakukan refleksi dan kesimpulan dari materi yang sudah disampaikan pada siswa serta menanyakan kesulitan apa yang dialaminya untuk diambil jalan keluar dalam perbaikan pembelajaran berikutnya. (*/aro)

Guru SD Negeri 01 Rembun, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya