alexametrics

Melatih Kebugaran Tubuh dengan Home Learning

Oleh : Anang Suwito S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, AKIBAT pandemi Covid–19, maka pemerintah menerapkan kebijakan physical distancing, yaitu imbauan untuk menjaga jarak di antara masyarakat, menjauhi aktivitas yang berkerumun, perkumpulan dan menghindari adanya pertemuan yang melibatkan banyak orang. Dengan adanya pembatasan interaksi, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sekolah dan mengganti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan kegiatan pembelajaran di rumah (home learning) menggunakan sistem daring (dalam jaringan).

Salah satu kegiatan pembelajaran home learning untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) kelas VI SD Negeri 03 Sengare, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan yaitu mempraktikkan gerak ritmik tanpa iringan musik. Melalui penugasan aktivitas gerak, diharapkan kesehatan dan kebugaran tubuh siswa tetap terjaga, daya tahan dan sistem imunitas tubuh meningkat sehingga secara fisik mereka akan lebih tangguh, mampu melawan berbagai virus maupun penyakit. Tentu pula harus diimbangi dengan pola hidup sehat, makan makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup.

Baca juga:  Model Pembelajaran STAD, Tingkatkan Prestasi Belajar Matematika

Guru memberikan rangkuman materi gerak ritmik tanpa iringan musik beserta contoh gerakan sederhana. Siswa diberikan tugas untuk mencari, membuat, dan menciptakan gerakan sendiri. Tidak hanya mempraktikkan gerak ritmik tanpa iringan musik saja, mereka juga harus merekam gerakan yang dipraktikkan tersebut melalui video. Setelah selesai, tugas dikirim pada guru mata pelajaran (mapel) PJOK melalui whatsApp.

Supaya ada umpan balik, maka guru meminta siswa untuk melihat kembali rekaman video tersebut. Tujuan dari kegiatan tersebut yaitu, agar siswa belajar untuk mengevaluasi diri, belajar untuk menganalisa variasi gerakan yang sudah dilakukan. Dengan demikian, mereka tidak hanya belajar untuk mempraktikkan gerakannya saja, siswa juga diajak untuk belajar berpikir kritis. Siswa menulis dan melaporkan hasil analisa yang sudah dilakukan, guru memeriksa, mengevaluasi, dan memberikan nilai ataupun reward.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Teks Nonfiksi dengan Metode Talking Stick

Dalam pembelajaran tersebut dapat diambil beberapa kesimpulan bahwasannya siswa membutuhkan inovasi dan kreativitas guru dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dengan begitu, siswa tidak merasa bosan dan jenuh. Namun tidak semua siswa memiliki keterampilan gerak (psikomotor) yang sama. Maka, guru harus bisa menyelaraskan dan membuat variasi kemampuan siswa baik pengetahuan maupun keterampilan. (pg2/ida)

Guru Penjasorkes SDN 03 Sengare, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya