alexametrics

Belajar Prosedur Darurat dengan Metode Role Playing

Oleh : Anggara Budi Laksono, S.Kel

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Materi pelajaran Prosedur Darurat menjelaskan tentang tata cara atau prosedur awak kapal dalam melaksanakan pencegahan terjadinya keadaan darurat di kapal. Apabila di kapal terjadi kejadian darurat awak kapal harus menguasai prosedur penanganan keadaan darurat yang benar. Peserta didik di Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan yang dididik sebagai calon pelaut juga harus menguasai prosedur tersebut. Prosedur penanganan keadaan darurat yang panjang dan rumit menyulitkan peserta didik dalam memahami materi tersebut.

Untuk mengatasi permasalahan ini guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran. Diperlukan metode pembelajaran yang sesuai sehingga bisa meningkatkan minat peserta didik. Peserta didik yang tadinya menganggap Prosedur Darurat adalah materi yang sulit dapat mengikuti pembelajaran materi ini dengan perasaan senang. Sebagaimana yang dilaksanakan dalam pembelajaran materi Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran di Kelas X Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan SMK Negeri 1 Giritontro.

Baca juga:  Meningkatkan Vocabulary Bahasa Inggris Siswa melalui Media Wordwalls

Pada pembelajaran materi Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran dilaksanakan dengan menggunakan metode bermain peran atau role playing. Menurut Wahab (2009), bermain peran atau role playing adalah berakting sesuai dengan peran yang telah ditentukan terlebih dahulu untuk tujuan-tujuan tertentu. Bermain peran dapat menciptakan situasi belajar yang berdasarkan pada pengalaman dan menekankan dimensi tempat dan waktu sebagai bagian dari materi pelajaran.

Metode pembelajaran role playing menekankan pada pengalaman belajar peserta didik. Menurut Muchlisin (2019) metode bermain peran dapat menimbulkan pengalaman belajar, seperti kemampuan kerjasama, komunikatif, dan menginterpretasikan suatu kejadian. Melalui bermain peran, peserta didik mencoba mengeksplorasi hubungan-hubungan antar manusia dengan cara memperagakan dan mendiskusikannya, sehingga secara bersama-sama para peserta didik dapat mengeksplorasi perasaan-perasaan, sikap-sikap, nilai-nilai, dan strategi pemecahan masalah. Dalam metode role playing ini peserta didik diperlakukan sebagai subyek pembelajaran. Peserta didik berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Basri (2017) mengatakan terdapat tiga hal yang menentukan kualitas dan keefektifan role playing sebagai model pembelajaran, yakni kualitas pemeranan, analisis dalam diskusi, dan pandangan peserta didik terhadap peran yang ditampilkan dibandingkan dengan situasi kehidupan nyata.

Baca juga:  Sistem Osmoregulasi Ikan Berbasis Video Tingkatkan Minat Belajar Siswa

Pada metode pembelajaran role playing dibutuhkan peran aktif peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran tergantung pada kualitas pemeranan oleh peserta didik. Tahap pertama dari pembelajaran role playing ini adalah peserta didik berperan sebagai anak buah kapal. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Dalam kelompok peserta didik diberi peran sebagai kapten kapal, kepala kamar mesin, kelasi, koki dan penumpang. Dalam sijil darurat di kapal setiap anak buah kapal mendapat pembagian tugas yang berbeda. Pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan simulasi kejadian kebakaran di atas kapal. Tahapan kedua adalah peserta didik menganalisa dan berdiskusi tentang proses pembelajaran role playing. Tahap terakhir peserta didik membuat kesimpulan tentang keberhasilan proses role playing dalam mensimulasikan kejadian prosedur darurat kebakaaran di kapal sesuai dengan kejadian nyata.

Baca juga:  Supervisi Tingkatkan Profesionalisme Guru

Dengan pengalaman belajar bermain peran menjalankan prosedur darurat kebakaran di atas kapal peserta didik kelas X Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan lebih mudah dalam memahami materi Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran. Minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran Pencegahan dan Pemadaman kebakaran ikut meningkat. Dengan demikian tujuan pembelajaran yang diinginkan oleh guru dapat tercapai. (ipa1/ton)

Guru Produktif Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) SMK Negeri 1 Giritontro, Wonogiri

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya