alexametrics

Belajar Pemanfaatan SDA untuk Kesejahteraan Masyarakat dengan CTL

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Memasuki revolusi industri 4.0 pendidikan di sekolah selayaknya sudah dilaksanakan mengikuti perkembangan teknologi. Perubahan pola pembelajaran dalam kelas seharusnya turut menyambut dan mentransformasi diri menyesuaikannya. Akan tetapi, praktik pelaksanaan di lapangan proses pembelajaran masih banyak yang menggunakan pola pembelajaran lama dan usang. Membaca, menghafal dan mencatat serta diberikan tugas masih mewarnai khasanah guru dalam dunia pendidikan.

Pola pembelajaran tekstual di lingkungan sekolah seharusnya sudah mulai mengalami metamorfosis ke dalam pembelajaran yang sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan. Perlunya terobosan-terobosan penggunaan pendekatan dan model pembelajaran yang dapat terukir dan tertanam dalam diri anak saatnya dibangkitkan. Pembelajaran yang dapat membawa anak ke dalam imajinasinya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan konstektual menjadi solusi yang tepat untuk mewarnai pembelajaran di dalam kelas. Pendekatan konstektual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam lingkungan kehidupannya.

Baca juga:  PJJ Menyenangkan Menggunakan Elektronik LKPD Berbasis Liveworksheets

Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran alamiah berlangsung dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan sekadar mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Guru sudah seharusnya lebih mementingkan penggunaan proses pembelajaran. Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling). Sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana menjadi kondusif, efektif dan menyenangkan.

Prinsip pembelajaran kontekstual adalah siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya menonton dan mencatat, serta pengembangan kemampuan sosialisasi. Daryanto (2012: 156) mendefinisikan model Contextual Teaching and Learning (CTL) atau pembelajaran kontekstual adalah suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupannya mereka sehari-hari, sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan.

Baca juga:  Metode Pembelajaran Drill Tingkatkan Prestasi Belajar Akuntansi

Adang dan Darmajari (2012: 19) menambahkan bahwa pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka seharihari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan/konteks ke permasalahan/konteks lainnya.

CTL merupakan konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Penulis selaku guru SDN 03 Tegalontar, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan memanfaatkan model pembelajaran CTL di kelas empat pada kompetensi dasar tentang mengidentifikasi karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) untuk kesejahteraan masyarakat. Penulis merasakan kepuasan menggunakan model ini karena antusiasme siswa yang tinggi untuk mengikuti proses pembelajaran. (gb1/aro)

Baca juga:  Aksi Ekspesi Solusi Belajar IPA di Masa Pandemi

Guru SD Negeri 03 Tegalontar, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya