alexametrics

Serunya Belajar Karakteristik Daerah dengan Metode PBL

Oleh : Umprotun, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran menyenangkan menjadi pembelajaran yang paling efektif baik materi mudah atau sulit akan menimbulkan rasa semangat dan antusias dalam belajar. Meskipun pada praktiknya tidak selalu mudah. Sebagaimana dialami penulis mengajar PKn di kelas VII (tujuh) di SMP Negeri 2 Wiradesa masih terdapat siswa yang tidak serius dan bosan dalam mengikuti pembelajaran. Penulis menerapkan metode Problem Based Learning atau sering disebut PBL dalam materi Karakteristik Daerah di kelas VII (tujuh). Metode ini diyakini mampu memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif.

Materi pembelajaran ini memuat kompetensi dasar pada ranah pengetahuan mengasosiasikan karakteristik daerah tempat tinggalnya dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pada ranah ketrampilan mewujudkan karakteristik daerah tempat tinggalnya dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indikator capaian belajarnya siswa mampu mengidentifikasi ciri –ciri daerah tempat tinggalnya dan siswa mampu menceritakan atau mempresentasikan karakteristik daerah tempat tinggalnya.

Baca juga:  Pembelajaran Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Asyik melalui Praktik di Lingkungan Sekolah

Menurut Barbara J. Duch (1996), Problem Based Learning (PBL) adalah satu model yang ditandai dengan penggunaan masalah yang ada di dunia nyata untuk melatih siswa berfikir kritis dan terampil memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan tentang konsep yang penting dari apa yang dipelajari. Menurut Arend, PBL merupakan suatu pendekatan pembelajaran di mana siswa dihadapkan pada masalah autentik (nyata) sehingga diharapkan mereka dapat menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuh kembangkan keterampilan tingkat tinggi dan inkuiri, memandirikan siswa, dan meningkatkan kepercayaan dirinya.

Langkah-langkah model pembelajaran PBL pada materi karakteristik daerah sebagai berikut : Pertama, guru melakukan apersepsi dan memberikan motivasi yang mengarah pada materi pembelajaran. kemudian melalukan brainstorming yang bersifat mengangkat suatu persoalan yang mengarah pada materi karakteristik daerah tempat tinggalnya. Pada kegiatan ini, guru sudah membuat kelompok diskusi sebelumnya. Misalnya tiap kelompok terdiri 3 atau 5 orang. Mereka bebas menyampaikan pendapatnya sehingga melalui itu akan muncul berbagai macam alternatif pendapat. Selanjutnya, siswa mencari berbagai sumber yang dapat memperjelas isu yang sedang dinvestigasi. Sumber yang dimaksud dapat dalam bentuk artikel tetulis yang tersimpan di perpustakaan, halaman web, atau bahkan pakar dalam bidang yang relevan. Tahap investigasi memiliki dua tujuan utama, agar siswa mencari informasi dan mengembangkan pemahaman yang relevan dengan permasalahan yang telah didiskusikan di kelas, dan informasi dikumpulkan dengan satu tujuan yaitu dipresentasikan di kelas dan informasi tersebut haruslah relevan dan dapat dipahami. Setelah mendapatkan sumber untuk keperluan pendalaman materi dalam langkah pembelajaran mandiri, selanjutnya melakukan diskusi dalam kelompoknya untuk mengklarifikasi capaiannya dan merumuskan solusi dari permasalahan kelompok. Pertukaran pengetahuan ini dapat dilakukan dengan cara siswa berkumpul sesuai kelompok. kemudian, guru melakukan penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek pengetahuan (knowledge), kecakapan (skill), dan sikap (attitude). Langkah terakhir, guru melakukan refleksi pembelajaran. Kegiatan ini untuk mengetahui tingkat pemahaman materi yang telah dilakukan.

Baca juga:  Kecakapan TIK dalam Pembelajaran Abad 21

Kelebihan penggunaan model pembelajaran PBL berdasarkan pengamatan penulis bahwa siswa dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa, dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa,dapat membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan siswa untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata, dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggungjawab dalam pembelajaran yang dilakukan, dapat mendorong untuk melakukan evaluasi sendiri baik terhadap hasil maupun proses belajarnya dan dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa. (ce4/ton)

Guru PKn Kelas VII SMP Negeri 2 Wiradesa

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya