alexametrics

Tingkatkan Kemampuan Pencak Silat dengan Metode Audiolingual

Oleh : Agus Budi Satriyo S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEWASA ini, kegiatan belajar mengajar mengalami kendala karena adanya pandemi Covid-19. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring pun menjadi solusi dalam menyikapi hal tersebut. KBM daring pun mengalami kendala, yaitu komunikasi. Berbagai media sosial telah dicoba untuk menerapkan KBM daring, tetapi komunikasi yang kurang maksimal menjadi kendala utama dalam menerangkan materi pelajaran, khususnya mata pelajaran olah raga.

Seiring dengan belum meredanya situasi pandemi Covid-19, angka kriminalitas merajalela. Untuk menyikapi hal tersebut, perlu penguasaan keterampilan bela diri. Kemampuan bela diri diperlukan untuk melindungi diri dari mara bahaya yang mengancam. Bela diri tidak hanya untuk latihan bertarung, tetapi juga sebagai sarana olah raga.

Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran bela diri adalah Audiolingual. Kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan metode Audiolingual, pada umumnya menggunakan pendekatan oral. Ciri khas pendekatan oral adalah menggunakan latihan pola atau meniru dan mengingat. Metode Audiolingual berorientasi pada hasil analisis struktur bahasa dan perbandingan antara bahasa ibu peserta didik dengan bahasa sasaran yang dipelajarinya.

Baca juga:  TMT sebagai Alternatif Pembelajaran Mandiri Berbasis Kebutuhan

Dalam metode Audiolingual, peserta didik menentukan pola kalimat yang harus dipelajarinya dan membiasakan menggunakan bahasa yang baru dipelajarinya dengan menggunakan latihan terutama latihan pola. Peserta didik dituntut untuk menirukan dan mengingat atau menghafal materi pembelajaran yang telah diperolehnya. Materi pembelajaran diberikan secara bertahap dari yang mudah ke materi yang sulit. Metode ini dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan bela diri peserta didik melalui pembelajaran daring. Hal ini terjadi pada peserta didik kelas VIII A SMP Muhammadiyah 1 Surakarta yang menggunakan metode Audiolingual.

Kelebihan metode Audiolingual yaitu dapat diterapkan pada pembelajaran daring karena siswa dapat memahami materi melalui bantuan gambar dan peragaan. Agar pembelajaran bela diri menggunakan metode Audiolingual efektif, maka diperlukan langkah-langkah sebagai berikut, 1) tahapan lisan murni yang bertujuan untuk melatih pendengaran dan ucapan. Guru melakukan proses percakapan berdasarkan aktivitas kehidupan sehari-hari dengan bantuan gambar dan peragaan. 2) Tahapan permulaan membaca. Peserta didik mulai membaca teks percakapan yang pernah mereka dengar dan mereka latihkan bahkan dihafalkan. Tulisan dipelajari secara bertahap dalam tahapan membaca.

Baca juga:  Membentuk Kerjasama dengan Metode Make-A Match

Kesimpulan dari penjabaran di atas yaitu metode Audiolingual merupakan salah satu metode yang efektif diterapkan pada pembelajaran bela diri pencak silat saat kegiatan belajar mengajar daring. Hal tersebut dikarenakan metode Audiolingual efektif untuk mengatasi masalah komunikasi yang terjadi saat pembelajaran daring. Penggunaan metode Audiolingual dapat dikatakan efektif karena metode tersebut dapat membantu pemahaman siswa melalui bantuan gambar dan peragaan sehingga siswa dapat menguasai keterampilan bela diri pencak silat dengan maksimal. Dengan diterapkannya metode Audiolingual maka peserta didik kelas VIII A SMP Muhammadiyah 1 Surakarta cepat memahami materi pelajaran bela diri pencak silat dan proses pembelajaran semakin menyenangkan. (pg2/ida)

Guru PJOK SMP Muhammadiyah 1 Surakarta

Baca juga:  Meningkatkan Pemahaman Siswa dengan Model Pembelajaran Make A Match

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya