alexametrics

Pembelajaran Sikap Toleran dan Simpatik dengan Picture and Picture

Oleh: Tri Nurlaela, S.Ag.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh guru seringkali berbanding terbalik dengan minat dan motivasi siswa, bahkan hasil belajar siswa di akhir pembelajaran. Permasalahan itu muncul dikarenakan rendahnya ketertarikan siswa terhadap proses pembelajaran. Ketertarikan siswa terhadap proses pembelajaran seringkali menjadi faktor penentu siswa dalam menangkap dan memahami materi yang disampaikan oleh guru. Akan tetapi, faktor-faktor itu masih dipandang sebelah mata oleh guru ketika membuat perencanaan pembelajaran. Guru tidak diperkenankan menafikkan hak siswa untuk mendapatkan proses pembelajaran yang menarik, menggembirakan, dan sesuai harapan ketika mempersiapkan perencanaan pembelajaran. Media dan model pembelajaran sebagai penyampai pesan menjadi sangat penting untuk dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.

Rayandra Asyhar (2012 : 8) mengungkapkan bahwa media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari sumber secara terencana. Sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif, di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif.

Baca juga:  Pendampingan Anak Keterlambatan Membaca dengan Metode Fonik

Syaiful Bahri Djamarah dan Azwan Zain juga menimpali guna menjelaskan tentang media. Syaiful Bahri Djamarah dan Azwan Zain (2010:121) menambahkan bahwa media pembelajaran adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan agar tercapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, pemilihan penggunaan media dapat dijadikan sebagai stimulan guru kepada siswa agar proses pembelajarannya lebih menarik.

Disamping itu, penggunaan model pembelajaran sebagai jalan kesuksesan proses pembelajaran meski dipertimbangkan. Model pembelajaran yang memancing siswa untuk berdiskusi, berkelompok, dan berbagi pemikiran penting disajikan. Pembelajaran kooperatif menjadi salah satu solusi terbaik untuk meningkatkan minat belajar siswa dan hasil belajar siswa. Model pembelajaran Picture and Picture sebagai bagian pembelajaran kooperatif yang menarik untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

Baca juga:  Serunya Belajar Makanan Sehat dengan Number Feads Together

Suprijono dalam Huda (2014: 236), mengemukakan model Picture And Picture merupakan strategi pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran. Model pembelajaran ini mirip dengan Example Non- Example, di mana gambar yang diberikan pada siswa harus dipasangkan atau diurutkan secara logis. Gambar-gambar ini menjadi perangkat utama dalam proses pembelajaran.

Penulis sebagai guru PAI dan BP SD Negeri 01 Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan mengadopsi model ini di kelas enam pada pembelajaran materi sikap toleran dan simpatik terhadap sesama. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menerapkan model pembelajaran Picture And Picture yaitu guru memberikan sajian informasi kompetensi yang ingin dicapai dan menyampaikan materi. Kemudian, guru membentuk kelompok heterogen siswa agar tidak ada diskriminasi.

Baca juga:  Belajar IPS Lebih Mudah dengan Model Pembelajaran Snowball Throwing

Tahap selanjutnya, guru memperlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi, salah satu murid perwakilan kelompok mengurutkan gambar sehingga sistematik, guru mengonfirmasi urutan gambar tersebut. Pada langkah akhir, guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar, membuat kesimpulan, evaluasi, dan refleksi. Pemanfaatan model pembelajaran picture and picture ternyata dapat meningkatkan minat, motivasi, dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI dan BP di SD Negeri 01 Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan secara signifikan. (gb1/aro)

Guru SD Negeri 01 Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya