alexametrics

Matematisasi Pengalaman Sehari-Hari Jadikan Siswa Tetap Aktif

Oleh : Sri Ayu Sipah S.Hut

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 yang melanda bangsa Indonesia, berdampak pada dunia pendidikan. Kegiatan pembelajaran yang semula tatap muka, mendadak harus menggunakan daring (dalam jaringan) online. Semua pelaku pendidikan dan stake holder juga mengalami kegagapan, karena belum dipersiapkan untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Guru harus segera berbenah memperbarui pola mengajar, menyesuaikan kondisi pandemi tanpa menghilangkan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Terutama pada mata pelajaran matematika yang membutuhkan penjelasan detail.

Konsep merdeka belajar mengedepankan semua orang adalah guru. Di mana saja tempat adalah sekolah. Ini memungkinkan siswa untuk tetap belajar dari berbagai sumber selama masa pandemi Covid-19. Guru tidak terjebak pada pola pemberian penugasan rutin yang akan mengakibatkan kebosanan dan menurunnya minat belajar siswa selama di rumah.

Baca juga:  Melatih Daya Rangsang Berpikir Siswa pada Matematika dengan Metode CPDL

Jeening dan Dunne (1999) menyampaikan sebagian besar siswa kesulitan dalam mengaplikasikan matematika ke dalam situasi kehidupan nyata. Hal tersebut bisa terjadi, karena selama ini konsep matematika kebanyakan diajarkan dalam hafalan rumus dan latihan soal. Seolah-olah lepas dari kehidupan sehari-hari yang dilihat dan dijalani siswa. Adapun menurut Van de Henvel-Panhuizen (2000), belajar matematika yang terpisah dari pengalaman hidup sehari-hari akan mudah dilupakan dan tidak bisa aplikasikan. Sehingga di masa pandemi, guru harus bisa mengemas materinya dalam bentuk menarik dan memberikan ruang aktif pada siswa. Mengajarkan siswa untuk menemukan hasil dari eksperimen yang dilakukannya selama di rumah.

Salah satu hal yang bisa dilakukan agar siswa tetap aktif belajar matematika di masa Covid-19, yakni menggunakan pendekatan realistik yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari (mathematize of everyday experience). Contohnya, pada materi peluang suatu kejadian, untuk mencari ruang sampel dari dua atau lebih uang logam yang dilemparkan bersamaan. Siswa dapat menemukannya dari permainan yang mereka lakukan. Bahkan bisa melibatkan orang tua, adik, atau kakak yang ada di rumah untuk turut membantu. Karena alat peraga yang digunakan cukup mudah ditemukan di rumah, yaitu uang logam.

Baca juga:  Google Classroom Mempermudah Pembelajaran Matematika di Era Pandemi

Guru sebatas memberikan petunjuk kerja bisa melalui grup whatsapp (WA) atau pembagian lembar kerja manual secara bergiliran. Juga memberikan pengantar untuk siswa mengamati permulaan permainan bola, saat wasit melakukan undian melemparkan uang logam di antara kedua kapten pemain. Jika memungkinkan, siswa diminta mendokumentasikan kegiatan penemuan ruang sampel tersebut, melalui video, foto atau dalam catatan (bagi yang terkendala internet dan HP), guru bisa memberikan penilaian bahwa siswa tersebut terlibat aktif dan ada peran orang tua atau keluarga. Disinilah akan memunculkan pembelajaran bermakna. Siswa merasakan, ternyata mata pelajaran matematika materi peluang suatu kejadian dapat dipelajari di rumah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Meningkatkan Aktivitas Belajar Matematika dengan Zoomet Prakas Dimaspande

Memang tidak semua materi di dalam mata pelajaran matematika dapat dilakukan dengan pendekatan pengalaman sehari-hari siswa. Namun, minimal di dalam materi tertentu, guru bisa mengunakan pengalaman sehari-hari siswa agar menemukan pemahaman yang akan terus diingat sepanjang hayat. Akhirnya matematika dapat diaplikasikan serta tidak lagi menjadi mata pelajaran yang ditakutkan. (ipa1/ida)

Guru Matematika dan Kepala MTs Darul Hikmah Subah, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya