alexametrics

Ciptakan Suasana Pembelajaran yang Bermakna dengan Pembelajaran Konstektual

Oleh: Sri Mulatsih, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN nasional, sebagai salah satu sektor pembangunan nasional dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.Pendekatan pembelajaran adalah suatu hal yang termasuk sangat penting dalam proses belajar mengajar, keefektifan proses belajar mengajar dapat terealisasi melalui ketepatan pemilihan pendekatan. Banyak para ahli pendidikan yang mendefensikan pendekatan pembelajaran, diantaranya menurut pendapat Wahjoedi (1999:121) bahwa, “pendekatan pembelajaran adalah cara mengelola kegiatan belajar dan perilaku siswa agar ia dapat aktif melakukan tugas belajar sehingga dapat memperoleh hasil belajar secara optimal”.

Berawal dari penggunaan pendekatan berpusat pada guru dalam setiap pembelajaran di kelas 5 SDN 01 Kebonagung, motivasi belajar siswa menurun drastic. Pada semua mata pelajaran, khususnya Matematika. Mereka bosan menerima materi dari guru yang hanya model itu-itu saja tanpa ada perubahan. Bisa dikatakan dalam penyampaian materi gurulah yang harus menjadi pusat dalam KBM. Guru memegang peran sangat penting. Guru menentukan segalanya. Apa yang harus dikuasai siswa, semua tergantung guru. Dampaknya hasil belajar tidak tuntas KKM.

Baca juga:  Asyik Belajar Benua di Dunia melalui Interpretasi Peta

Pendekatan konstektual merupakan suatu pendekatan belajar dimana guru menjadikan situasi dunia nyata masuk dalam kelas dan memtivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Proses pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa untuk memecahkan masalah, bernalar dan melaksanakan penemuan. Dalam konteks itu, siswa perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status apa mereka dan bagaimana mencapainya.

Dalam proses menggunakan metode pembelajaran kontekstual, terdapat beberapa langkah pembelajaran kontekstual diantaranya sebagai berikut : Pertama, materi pelajaran dikaitkan dengan contoh nyata. Tidak semua konsep dan istilah bahan materi pembelajaran sudah dipahami seluruh siswa. Setiap siswa akan menciptakan suatu gambar dalam bayangan pikirannya ketika mempelajari sesuatu. Kedua, tunjukkan manfaat materi yang sedang dipelajari. Siswa wajib mengetahui manfaat dari materi yang sedang dipelajari. Guru meyakinkan bahwa materi yang dibahas memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-harinya. Ketiga, materi terus diulang dan dikaitkan pada kehidupan sehari-hari siswa. Materi yang sudah dipelajari tak langsung berhenti begitu saja. Akan tetapi, adanya keberlanjutan pembelajaran yakni dengan evaluasi pembelajaran misalnya. Keempat, beri kebebasan setiap siswa untuk membangun pengetahuannya. Pengetahuan alangkah lebih baik dibangun oleh siswa sendiri, bukan ditransfer dari guru. Belajar melalui pengalaman akan lebih berkesan dan bermakna karena segala inderanya ikut terlibat dalam prosesnya. Kelima, beri kesempatan siswa untuk mengekspresikan diri. Hal ini dimaksudkan siswa bisa mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki. Setiap siswa memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan pikirannya.

Baca juga:  Hasil Belajar Matematika Meningkat dengan Pembelajaran Kontekstual

Pembelajaran Konstektual diterapkan di kelas 5, siswa diharapkan dapat merasakan belajar melalui “ mengalami” dan bukan dari “menghafal”. Pembelajaran meningkat menjadi lebih bermakna dan riil (nyata). Karena siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata, sehingga materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa dan lebih sulit untuk dilupakan. (ce2.2/zal)

Guru SDN 01 Kebonagung, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya