Belajar Iman kepada Malaikat Allah dengan Metode PjBL

Oleh: Masruroh S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Imenggembirakan kerap dipengaruhi oleh media yang menarik, menghibur dan mengarah pada materi yang dapat dipahami dengan mudah oleh siswa. Walaupun pada praktiknya, sering menemui banyak kendala sebagaimana penulis alami di SDN Jraganan, Bodeh, Kabupaten Pemalang pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Banyak siswa merasa bosan dan ramai sendiri. Karena itu, untuk mewujudkan kelas pembelajaran yang menggembirakan, penulis menerapkan metode project based learning (PjBL).

Materi pembelajaran iman kepada malaikat–malaikat Alllah mencakup kompetensi dasar memahami iman kepada malaikat–malaikat Allah dalam kehidupan sehari–hari. Siswa mampu memberikan contoh atau menceritakan contoh bentuk iman kepada malaikat–malaikat Allah dalam kehidupan sehari-hari. Indikator capaiannya, siswa mampu menceritakan bentuk iman kepada malaikat–malaikat Allah dalam kehidupan sehari–hari di depan kelas.

Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai inti pembelajaran (permendikbud, 2014:20). Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran inovatif yang melibatkan kerja proyek dimana peserta didik bekerja secara mandiri dalam mengkonstruksi pembelajarannya dan mengkulminasikannya dalam produk nyata (Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana, 2009:30).

Baca juga:  Belajar Drama Asyik dengan Media Audio Visual

Menurut Daryanto (2009:407), Project Based Learning merupakan cara belajar yang memberikan kebebasan berpikir pada siswa yang berkaiatan dengan isi atau bahan pengajaran dan tujuan yang direncanakan.

Model PjBL ini memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan sendiri proyek yang akan dikerjakannya. Baik dalam hal merumuskan pertanyaan yang akan dijawab, memilih topik yang akan diteliti, maupun menentukan kegiatan penelitian yang akan dilakukan. Peran guru dalam pembelajaran adalah sebagai fasilitator, menyediakan bahan dan pengalaman bekerja, mendorong siswa berdiskusi dan memecahkan masalah, dan memastikan siswa tetap bersemangat selama mereka melaksanakan proyek.

Langkah-langkah model pembelajaran PjBL pada materi iman kepada malaikat–malaikat Allah sebagai berikut, pertama, guru melakukan apersepsi dan memberikan motivasi yang inspiratif. Lalu, guru memulai pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan siswa dalam melakukan suatu aktivitas. Pertanyaan disusun dengan mengambil topik iman kepada malaikat–malaikat Allah dengan sebuah investigasi mendalam. Misalnya, sebagai pelajar apa wujud iman kalian kepada malaikat–malaikat Allah atau temukan bentuk iman kalian kepada malaikat–malaikat Allah di lingkungan kehidupan rumah kalian. Pertanyaan yang disusun hendaknya tidak mudah untuk dijawab dan dapat mengarahkan siswa untuk membuat proyek. Kemudian, melakukan perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan siswa. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan kegiatan yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan penting, dengan cara mengintegrasikan berbagai materi yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek. Selanjutnya, guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal kegiatan dalam menyelesaikan proyek. Setelah itu, guru bertanggung jawab memantau kegiatan siswa selama menyelesaikan proyek. Pemantauan dilakukan dengan cara memfasilitasi siswa pada setiap proses agar mempermudah proses pemantauan, dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan kegiatan yang penting. Kemudian, melakukan penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar kompetensi, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing-masing siswa. Pada akhir proses pembelajaran, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Pada tahap ini siswa diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek.

Baca juga:  MOJIG Tingkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS

Hasilnya, metode PjBl bersifat terpadu dengan kurikulum sehingga tidak memerlukan tambahan apapun dalam pelaksanaannya. Siswa terlibat dalam kegiatan dunia nyata dan mempraktikkan strategi otentik secara disiplin. Siswa bekerja secara kolaboratif untuk memecahkan masalah yang penting baginya, meningkatkan kerja sama guru dalam merancang dan mengimplementasikan proyek-proyek yang melintasi batas-batas geografis. Bahkan melompat zona waktu serta menyenangkan. (*/ida)

Guru PAI SDN Jraganan, Bodeh, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya