alexametrics

Problematika Pendidikan Agama Islam di Masa Pandemi

Oleh : Siti Mumpuni, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Berbicara masalah pendidikan di SD 04 Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang tak lepas dari peran orangtua, guru dan masyarakat. Mereka ikut peran andil dalam membersamai putra-putri dan harus saling melengkapi.

Salah satu tidak berperan, akan terjadi kepincangan dalam mendidik. Pembelajaran jangan sampai mandeg dan terhenti ketika masa-masa kondisi yang mana anak-anak didik di SD 04 Beluk dihadapkan teknologi. Perlu adanya inovasi dan terobosan di antaranya pembelajaran Pendidikan Agama Islam di masa pandemi Covid-19. Pendidikan Agama Islam sejatinya membentuk karakter generasi muslim.

Sejatinya Pendidikan Agama Islam membentuk generasi muslim. Nantinya dia mampu mengembangkan dirinya, keluarga maupun masyarakat luas. Aspek pendidikan Agama Islam juga harus mencakup aspek amal ibadah salat, puasa, zakat dan segala amal ibadah manusia dihadapan Allah SWT.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Membaca melalui Permainan Kartu Huruf

Ada beberapa tahapan inovasi proses dalam pembelajaran yakni student centered learning, inquiry learning, discovery learning, small group discussion. Role play and simulation, case study, self directed pearning. Contextual learning, collaborative learning, project based learning, problem based learning.

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pakerti di SD Beluk dilakukan dengan pendekatan student centered learning yang terdiri dari praintruksional, instruksional dan pascainstruks.

Platform pelaksanaan permbelajaran menggunakan media online berupa WhatsApp (WA), aplikasi Zoom, Google Classroom, Edmodo, Schoology, Google Meet, Microsoft Team, Google Form.

Selain itu, juga ada konsep merdeka belajar. Konsep tersebut merupakan inovasi terbaru yang dijumpai di lingkungan pendidikan dengan suasana yang membahagiakan.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Speaking Melalui Aplikasi TikTok

Konsep merdeka belajar punya tujuan membuat kita dan siswa mendapatkan suasana yang bahagia dan terlepas dari tekanan. Menekankan pada keterampilan berpikir kritis dan analisis. Membangun esensi kemerdekaan berpikir. Tapi kemerdekaan berpikir ini harus berangkat dari gurunya dulu.

Menjadi sebuah beban guru sekaligus tantangan menyediakan media pembelajaran yang kreatif, merangsang pengetahuan peserta didik, memonitor dan mengevaluasi hasil pembelajaran.

Tanggung jawab guru tidak hanya menyampaikan materi dengan model ceramah saja tapi harus kreatif proses pembelajarannya. Dirancang sedemikian rupa, memancing pengatahuan anak didik. Terpenting harus menjadi teman belajar siswa yang menyenangkan sehingga proses pembelajaran anak benar-benar atas kesadarannya sendiri dan merdeka atas pilihannya.

Baca juga:  Pembelajaran Lempar Tangkap Bola dengan Model Timbal Balik

Semoga pandemi akan segera berakhir di negara Indonesia dan pembelajaran berjalan seperti biasanya. Solusi yang terbaik di SD penulis adalah memantau perkembangan anak jangan sampai melepaskan buah hati begitu saja dan terus berdoa semoga pandemi berlalu dan bisa kembali bersekolah. (ag1/lis)

Guru PAI dan BP SDN 04 Beluk, Kec. Belik, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya