alexametrics

Peran dan Tugas Guru BTIK dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Oleh : Purhandayani, SPd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Indonesia sebagai salah satu negara yang terdampak memiliki tantangan dan beban berat dalam menghadapi pademi Covid-19. Salah satunya adalah pada sektor Pendidikan. Kita semua ketahui, semenjak pandemi masuk ke Indonesia, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka ditiadakan, dan digantikan dengan pembelajaran daring (dalam jaringan). Tentu dalam menunjang pembelajaran daring diperlukan infrastuktur dan kesiapan yang matang, sehingga pembelajaran daring dapat berjalan sebagaimana yang diidealkan.

Pembelajaran secara daring memakasa guru, peserta didik, dan orang tua berpartisipasi aktif dan peduli dengan permasalahan yang dihadapi para peserta didik. Jaringan internet dan gadget seringkali menjadi kendala dalam kegiatan belajar mengajar, terlebih pada mata pelajaran bimbingan teknik informasi dan komputer (BTIK) di sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 38 Semarang. Tidak semua peserta didik memiliki jaringan internet yang baik, selain itu seringkali orang tua peserta didik mengeluhkan biaya kuota internet yang cukup mahal, terlebih dimasa pandemi ini dimana kondisi ekonomi orang tua peserta didik sebagian besar turut terdampak.

Baca juga:  Manfaat Permainan Bola Besar dalam Melatih Sifat Kegotongroyongan Siswa

Jika pembelajaran secara luar jaringan (luring) peserta didik dapat menggunakan fasilitas laboraturium komputer yang ada di sekolah untuk menunjang pembelajaran mapel bimbingan teknik informasi dan komputer (BTIK). Namun, dengan adanya kebijakan untuk belajar di rumah, peserta didik tidak dapat menafaatkan fasilitas yang ada. Sedangkan pada mata pelajaran tersebut dibutuhkan fasilitas penunjang seperti komputer atau laptop. Sudah barang pasti tidak semua peserta didik memiliki fasilitas tersebut di rumah.

Pembelajaran daring di tengah pandemi seperti saat ini memang memaksa guru mata pelajaran bimbingan teknik informasi dan komputer atau mapel sejenisnya untuk memutar otak agar peserta didik dapat memahami dan mengaplikasikan materi yang diberikan. Di satu sisi mereka juga khawatir peserta didik tidak mampu memahami keduanya. Memang sampai saat ini belum ada metode pembelajaran yang cocok atau alternatif lainnya selain melakukan pembelajaran secara tatap muka. Di mana peserta didik dapat mempraktikan langsung apa yang sudah mereka pelajari khsusunya pada mata pelajaran bimbingan teknik informasi dan komputer.

Baca juga:  Penggunaan Kartu Masalah dalam Pembentukan Berpikir Kritis Siswa

Dalam situasi terjadi kegagapan teknologi informasi dan komunikasi yang dialami oleh sebagian besar guru, siswa dan orangtua maka peran dan tugas guru BTIK perlu tampil memberikan bantuan kepada warga sekolah dan siswa yang membutuhkan. Guru BTIK yang pada awalnya memiliki tugas pokok membimbing siswa mengenalkan penggunaan piranti komputer beserta aplikasinya, namun pada akhirnya perlu mengembangkan tugas pokok dan fungsinya sesuai permasalahan yang berkembang.

Peran dan tugas guru BTIK dalam situasi pandemi sangat strategis unutk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelbagai mata pelajaran. Setidaknya, peranannya dibagi ke dalam beberapa ranah, yaitu mengawal dan mengikuti kebijakan pemerintah tentang konten dan kualitas target kurikulum, membantu para guru di sekolah mengembangkan bahan ajar berbasis online, membantu para siswa yang mengalami kendala dan kesulitan menggunakan perangkat IT, dan mengevaluasi kinerja perangkat pendukung jaringan sekolah.

Baca juga:  Membangun Rasa Percaya Diri pada Peserta Didik

Masa pandemi ternyata membawa hikmah yang positif, terutama bagi sekolah dalam mneyiapkan ketersediaan infrastruktur jaringan IT, menyiapkan anggaran yang memadai dan meningkatkan kualitas SDM guru untuk melek teknologi canggih sebagai bagian dari guru profesional dalam aspek pedagogis dan profesional dalam aspek didaktik metodik dalam perspektif pembelajaran virtual. (ag1/ton)

Guru SMP N 38 Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya