alexametrics

Asyiknya Belajar Keesaan Allah dengan Metode Guided Inquiry

Oleh Rokhini,S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Interaksi siswa dan guru akan mencapai kegembiraan dalam belajar ketika pembelajaran itu menyenangkan bagi siswa. Pembelajaran yang menyenangkan mampu memberikan rasa gembira dalam belajar dan meningkatkan antusias untuk menggali pengetahuan yang diajarkan oleh guru. Meskipun pada praktiknya rencana pembelajaran menyenangkan tidak selalu lancar sebagaimana dialami penulis dikelas III(tiga) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri 01 Bulaksari Sragi masih terdapat siswa yang tidak bersemangat dan bosan dalam mengikuti pembelajaran. Pemandangan ini jadi perhatian penulis untuk mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan dengan menerapkan metode Guided Inquiry pada materi Keesaan Allah. Penulis mempercayai bahwa metode ini bisa membuat kelas asyik dan meningkatkan semangat belajar siswa.

Model pembelajaran guided inquiry atau dalam Bahasa Indonesia juga diartikan inkuiri terbimbing merupakan pembelajaran kelompok dimana siswa diberi kesempatan untuk berfikir mandiri dan saling membantu dengan teman yang lain. Menurut Gulo, (2004: 84-85) berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

Baca juga:  Tingkatkan Motivasi Belajar IPS Menggunakan Model Picture and Picture

Pembelajaran inquiry terbimbing ada beberapa ciri utama model pembelajaran inquiry antara lain menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan artinya menempatkan siswa sebagai subjek belajar, seluruh aktivitas siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan suatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self-belief), artinya di mana guru hanya sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa, yang dilakukan dengan proses tanya jawab, dan mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental, artinya siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya.

Langkah Pembelajaran dengan metode guided inquiry pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam materi pembelajaran keesaan Allah di kelas III( tiga) sebagai berikut pertama, guru melakukan apersepsi dan memberi motivasi. Guru menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar berkaitan materi keesaan Allah yang maha pencipta. Guru menerapkan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa guna meraih tujuan serta menjelaskan bagaimana pentingnya akan topik dan kegiatan belajar. Kedua, guru membawa siswa kepada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Misalnya , apa bukti bahwa Allah itu Esa ,temukanlah berdasarkan pengamatanmu dirumah dan disekolah.

Baca juga:  Kembangkan Bakat Bermain Musik Menggunakan Gelas Berisi Air

Teka-teki dalam rumusan masalah tentu ada jawabannya, dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat.Proses mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam pembelajaran ikuiri. Oleh karena itu, melalui proses tersebut siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir. Ketiga, guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap siswa ialah mengajukan berbagai pertanyaan yang mendorong siswa agar dapat merumuskan jawaban sementara atau perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji. Keempat, guru melakukan aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Kelima, melakukan uji hipotesis adalah menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, namun juga mesti didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggung-jawabkan. Terakhir, Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.

Baca juga:  Strategi Language Learning pada Kelas Rendah di Sekolah Dasar

Kelebihan model pembelajaran ini berdasarkan pengamatan penulis, siswa mampu belajar dan berpikir rasional dan mandiri , meningkatkan semangat untuk menemukan kebenaran pengetahuan, siswa memperoleh pengalaman belajar yang mengesankan atas hasil analisa atau pengamatannya, serta menciptakan kelas menjadi lebih hidup dan aktif. (ti3/zal)

Guru SDN 01 Bulaksari Sragi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya