alexametrics

Metode Card Shot Tingkatkan Pemahaman Kisah Keteladanan Nabi Musa a.s

Oleh : Itayatun, S.Pd.I, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan pembelajaran materi ”Pemahaman Kisah Keteladanan Nabi Musa a.s” pada siswa kelas 4 SDN 02 Lodaya menggunakan metode card sort. Namun dalam penerapannya metode ini disesuaikan dengan kondisi belajar siswa, karena pada masa sekarang ini siswa belajar di rumah bukan belajar di sekolah. Sehingga penggunaan metode ini disetting oleh guru semudah mungkin agar siswa dapat belajar di rumah didampingi orang tuanya menggunakan metode ini.

Guru hanya berperan sebagai fasilitator bagi siswanya dalam pembelajaran, sementara siswa belajar secara aktif dengan fasilitas dan arahan dari guru, sehingga yang aktif siswa itu sendiri dalam pembelajaran.

Pengertian metode card sort menurut Warsono dan Hariyanto (2013:47) adalah suatu pembelajaran dengan menggunakan kartu indeks. Teknik pembelajaran ini merupakan gabungan antara teknik pembelajaran aktif individual dengan teknik pembelajaran kolaboratif atau teknik kooperatif.

Sedangkan menurut Hamruni (2012: 167) metode cart sort merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek, atau mengulangi informasi. Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa metode card sort digunakan untuk mengajak peserta didik menemukan konsep dan fakta melalui klasifikasi materi pembelajaran, untuk membangkitkan ingatan akan materi pelajaran yeng telah di pelajari siswa.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Peristiwa Alam dengan Metode Picture and Picture

Implementasi metode card shot untuk pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi pada KD 3.9 Mengetahui kisah keteladanan Nabi Musa a.s. Setiap siswa diberi kartu yang berisi informasi tentang materi pelajaran, untuk kemudian disusun berdasarkan kategori yang telah ditetapkan oleh guru. Adapun tahapannya: guru menentukan tema yang akan dipelajari, yaitu kisah keteladanan Nabi Musa a.s. Guru menyesuaikan dengan ketersediaan sarana dan prasarana di lingkungan sekolah. Guru menyediakan lembar kerja siswa untuk pembelajaran dengan metode card shot yang dibuat sesederhana mungkin agar mudah dipahami siswa. Guru menyediakan format panduan pegangan orang tua untuk pembelajaran dengan metode card shot guna menjadi acuan orang tua dalam membimbing anak belajar di rumah.

Baca juga:  Penggunaan Media Online dalam Kegiatan Belajar Mengajar PAI di Masa Pandemi

Hasil kerja siswa berupa kartu yang telah dipilah-pilah berdasarkan kategori materi pelajaran dan disusun sesuai tugas dari guru yang diserahkan siswa atau orang tua siswa ke sekolah sesuai waktu yang disepakati sebelumnya.

Namun dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode card sort, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam prosedur penggunaan metode card sort (http://inda001.blogspot.com/2012_12_01_archive.html) antara lain kartu-kartu tersebut jangan diberi nomor urut. Kartu-kartu tersebut dibuat dalam ukuran yang sama.

Jangan memberi “tanda kode” apapun pada kartu-kartu tersebut. Kartu-kartu tersebut terdiri dari “beberapa bahasan” dan dibuat dalam jumlah yang banyak atau sesuai dengan jumlah siswa.
Materi yang ditulis dalam kartu-kartu tersebut, telah diajarkan dan telah dipelajari oleh siswa. Metode ini dapat mengaktifkan siswa yang kelelahan. Metode dapat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam mempelajari materi yang bersifat konsep, karakteristik klasifikasi, fakta, dan mereview materi.

Baca juga:  Pembelajaran Daring Matematika pada Masa Pandemi Covid-19

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan metode card sort dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti materi ”Pemahaman Kisah Keteladanan Nabi Musa a.s” sangat efektik meningkatkan pemahaman siswa, dibuktikan dengan hasil belajar yang meningkat. Metode ini juga dapat membantu memberikan kemudahan bagi guru dalam mengelola pembelajaran meskipun tidak tatap muka dengan siswa, kegiatan pembelajaran di rumah dapat berjalan dengan mengaktifkan siswa belajar, dan memudahkan mereview materi pelajaran yang telah dipelajari siswa. (pg2/lis)

GPAI SDN 02 Lodaya, Kec. Randudongkal, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya