alexametrics

Menjadi Guru Inspiratif untuk Meningkatkan Belajar Matematika

Oleh : Dini Harwidi, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Apakah guru yang kurang kompeten mampu menciptakan siswa yang kompeten? Pertanyaan itu patut direnungkan guru. Untuk lebih kompeten tidak semudah membalik telapak tangan. Perlu kesadaran dan kemauan yang tinggi karena kenyamanan dalam zona aman tidak selamanya membawa aman.

Tidak dipungkiri, sampai saat ini matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang “menyeramkan” sulit dan membebani, padahal matematika sangat terkait dengan kehidupan.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat siswa menyukai belajar matematika. Di antaranya pendekatan pembelajaran yang mengaitkan kehidupan nyata siswa dengan materi pembelajaran. Sehingga memudahkan siswa dalam memahami konsep pembelajaran matematika, yang dikenal dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Merupakan suatu pendekatan pendidikan matematika yang diadopsi dari Realistic Mathematics Education (RME).

Menurut Susanto (Fitrah, 2016: 92) pendekatan matematika realistik salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang berorientasi pada siswa. Adapun langkah-langkah dalam pendekatan pendidikan matematika realistik adalah : memahami masalah kontekstual. Guru memberikan masalah (soal) kontekstual dan meminta siswa untuk memahami masalah tersebut. Jika ada bagian-bagian yang kurang atau belum dipahami, maka siswa yang memahami bagian itu diminta menjelaskan kepada temannya yang belum paham.

Baca juga:  Demonstrasi dan Eksperimen Tingkatkan Pemahaman Rangkaian Listrik Sederhana

Menyelesaikan masalah kontestual. Siswa mendeskripsikan masalah kontekstual, melakukan interpretasi aspek matematika yang ada pada masalah yang dimaksud, dan memikirkan strategi pemecahan masalah. Guru membentuk kelompok dan meminta kelompok tersebut untuk bekerja sama mendiskusikan penyelesaian masalah-masalah yang telah diselesaikan secara individu (negosiasi, membandingkan, dan berdiskusi).

Menyimpulkan. Dari hasil diskusi kelas, guru mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan tentang konsep atau definisi, teorema, prinsip atau prosedur matematika yang berkaitan dengan masalah kontekstual yang baru diselesaikan. Seperti yang penulis terapkan di SMK Negeri 2 Godean, Sleman sebelum pandemi Covid–19. PMRI dalam pembelajaran menentukan nilai perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas X Tata Kecantikan Kulit dan Rambut ( TKKR ) SMK Negeri 2 Godean Kabupaten Sleman tahun pelajaran 2018/2019.

Baca juga:  Media Pembelajaran Interaktif dalam Bangun Ruang Sisi Lengkung

Guru harus pandai memilih materi dan soal yang bisa dengan mudah dipahami siswa jika diterapkan dalam masalah kontekstual. Sehingga siswa merasa nyaman menyelesaikan masalah matematika.

Dalam pembelajaran melalui pendekatan realistik, strategi-strategi informasi siswa berkembang ketika mereka menyelesaikan masalah pada situasi-situasi biasa yang telah dikenal.

Pada pendekatan realistik peran guru tidak lebih dari seorang fasilitator, moderator atau evaluator. Sementara siswa berpikir, mengomunikasikan argumennya, mengklasifikasikan jawaban mereka serta melatih saling menghargai strategi atau pendapat orang lain.

Pendekatan pendidikan matematika realistik sangat tepat untuk melatih siswa dalam literasi maupun numerasi. Dalam soal kontekstual, literasi bukan hanya mengukur kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan menganalisis isi bacaan beserta memahami konsep di baliknya.

Baca juga:  Asyik Mengidentifikasi Tokoh melalui Word Chain Games

Untuk kemampuan numerasi, yang dinilai bukan hanya pelajaran matematika, tetapi penilaian terhadap kemampuan siswa dalam menerapkan konsep numerik dalam kehidupan nyata.

Seiring kemajuan teknologi dan kondisi pandemi Covid–19, guru harus mampu menerapkan pembelajaran yang menyenangkan dan merangsang siswa untuk bisa mengeksplor potensinya.

Pembelajaran menggunakan pendekatan pendidikan matematika realistik salah satu model pembelajaran yang menyenangkan. Mampu mengubah persepsi matematika yang sulit menjadi menyenangkan. Karena siswa dengan arahan guru mampu menemukan konsep matematika dengan logikanya sendiri. (pm1/lis)

Guru Matematika SMKN 2 Godean, Sleman, DIY

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya