alexametrics

Belajar Konsep Pewarisan Sifat dengan Ekperimen Kancing Genetika

Oleh: Dra. Angelin Kencana Wungu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEBERHASILAN proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh seorang guru yang melakukan transfer ilmu (knowledge transfer) melalui proses pembelajarannya. Dalam hal ini metode pembelajaran menjadi penting dalam proses belajar tersebut. Sementara itu Sanjaya (2006:147) mengemukakan bahwa metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang telah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Kemampuan guru dalam memilih dan memilah metode yang relevan dengan tujuan dan materi pelajaran merupakan kunci keberhasilan dalam pencapaian prestasi belajar siswa. Tuntutan tersebut mutlak dilakukan oleh seorang guru, apabila melakukan transfer ilmu khususnya pada mata pelajaran IPA.

Terdapat banyak metode pembelajaran. Metode eksperimen merupakan metode di mana siswa diminta untuk melakukan kegiatan eksperimen. Kegiatan eksperimen mengajak siswa untuk mengalami dan membuktikan sendiri tentang sesuatu hal yang telah dipelajari.

Berdasarkan pengalaman mengajar selama ini, proses belajar mengajar mata pelajaran IPA untuk kelas IX SMP Negeri 41 Semarang diketahui bahwa masih terdapat beberapa masalah. Sehingga masalah tersebut perlu dipecahkan oleh guru sehingga tujuan pembelajaran IPA dapat tercapai secara maksimal. Masalah-masalah tersebut antara lain: Dari sisi guru; metode yang digunakan terkesan biasa saja, membosankan, dan guru kurang menstimulus aktivitas siswa. Sisi siswa antara lain; siswa kurang aktif dalam proses belajar mengajar, tidak bersemangat, dan kurang respon, bahkan bermain dengan sesama rekannya secara sembunyi-sembunyi. Maka dari itu guru perlu memilih metode yang menstimulus keaktifan siswa, yaitu metode eksperimen.

Baca juga:  Media Game Edukasi Quiziz Meningkatkan Keaktifan Siswa Masa Pandemi Covid-19

Salah satu kompetensi dasar dalam pembelajaran IPA kelas IX yang mengalami masalah dalam proses pembelajarannya adalah tentang ”hereditas pada manusia” pada konsep “mekanisme pewarisan sifat”. Hereditas merupakan pewarisan sifat /karakter dari suatu individu kepada keturunannya. Dalam kenyataannya, materi tentang pola-pola hereditas cukup sulit untuk dipahami siswa karena proses yang terjadi cukup rumit dan perlu imajinasi tinggi untuk mengerti konsep-konsep di dalamnya. Hal ini membuat siswa sulit memahami konsep “mekanisme pewarisan sifat” dan menyebabkan mereka menganggap sebagai konsep sulit atau konsep untuk dihapal saja. Nilai yang diperoleh siswa setelah pembelajaran konsep “pewarisan sifat” setelah dilakukan uji kompetensi kurang memuaskan. Oleh karena itu pengalaman belajar harus disusun oleh guru dengan mengeksplorasi potensi siswa bereksperimen dengan kancing genetika.

Baca juga:  Pembelajaran Daring Selama Pandemi dengan Google Suite for Education

Dalam eksperimennya siswa dapat melakukan kegiatan persilangaan monohibrid dengan mata kancing warna merah dan putih dengan panduan lembar kerja peserta didik yang dibuat oleh guru. Satu persatu kancing merah dan putih jantan silangkan secara acak dengan kancing merah dan putih betina sampai kancing habis. Siswa melakukan eksperimen persilangan monohibid sampai dengan keturunan yang ke dua (f2).

Setelah eksperimen siswa bisa membuktikan sendiri mereka memperoleh angka dengan perbandingan yang mendekati angka perbandingan fenotip dan genotip pada hukum Mendel. Dengan demikian siswa betul-betul telah melakukan sendiri suatu kegiatan, mengikuti proses, mengamati objek, akhirnya memperoleh pengalaman belajar untuk mengatasi masalah kesulitan belajar yang mereka alami. Mereka membuktikan bahwa perbandingan fenotip dan genotip pada hukum Mendel sama dengan perbandingan yang mereka peroleh. Angka perbandingan yang bukan hapalan, tetapi suatu kenyataan.

Baca juga:  Belajar Kalimat Topik dan Penjelas melalui Plantet Question

Sebagai solusi permasalahan kesulitan belajar pada materi “pewarisan sifat” adalah metode eksperimen dengan “kancing genetika”. Pembelajaran lebih asik, tidak membosankan, siswa lebih aktif, dan motivasi belajar siswa menjadi meningkat. Siswa membuktikan sendiri teori yang telah didapat, lebih mudah memahami materi, akhirnya permasalahan kesulitan belajar dapat diatasi. Maka tidak salah jika guru IPA menggunakan metode eksperimen dengan kancing genetika pada konsep pewarisan sifat. (pg2/zal)

Guru SMPN 41 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya