alexametrics

Demonstrasi Variatif Mampu Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia

Oleh : Hikmawati, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MENURUT Roestiyah (2012:83) metode demonstrasi merupakan salah satu metode dalam pembelajaran yang pelaksanaannya dilakukan melalui penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik dalam bentuk alamiah (asli) maupun dalam bentuk buatan (tiruan), yang sering disertai dengan penjelasan lisan. Kelebihan dan kekurangan metode demonstrasi menurut Suyono (2012:84) sebagai berikut: membantu siswa memahami dengan jelas suatu materi pelajaran karena perhatian siswa lebih dapat terpusat pada pembelajaran yang sedang diberikan. Kesalahan-kesalahan yang terjadi hasil dari ceramah dapat diperbaiki melalui pengamatan dan pengalaman langsung, dengan menghadirkan objek sebenarnya. Bila alat terlalu kecil atau penempatan yang kurang tepat menyebabkan demonstrasi tidak dapat dilihat dengan jelas oleh seluruh siswa. Sukar dimengerti apabila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikannya.

Sardiman (2010:100) menyatakan aktivitas siswa dalam belajar merupakan prinsip yang penting karena belajar adalah berbuat dan sekaligus merupakan proses yang membuat anak didik harus aktif.
Aktivitas fisik seperti mencatat penjelasan guru, menyimak penjelasan guru, mengerjakan tugas dari guru, kedepan kelas membacakan hasil diskusi kelompok. Aktivitas mental seperti menjawab pertanyaan guru, berani bertanya, berdiskusi bersama teman kelompoknya dan menyimpulkan materi pelajaran. Aktivitas emosional seperti bersemangat, gembira, tidak merasa malu atau canggung selama proses pembelajaran berlangsung

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar IPS dengan Learning Cycle

Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi Membaca Puisi perlu adanya demonstrasi atau contoh dari guru. Cara membaca dan menyajikan puisi yang tepat harus dicontohkan oleh guru. Setelah mencontohkan siswa diajak untuk praktik di depan kelas satu persatu. Saat anak malu mempraktikan membaca puisi, maka diajak ke luar kelas mencari tempat yang teduh dan sepi di halaman sekolah, dibagi menjadi 3 kelompok, untuk membaca puisi secara bergantian.

Demonstrasi juga diberikan melalui video pembelajaran membaca puisi yang baik untuk siswa sekolah dasar, sehingga siswa lebih tertarik untuk membaca puisi dengan indah. Siswa yang tidak maju untuk tidak boleh menertawai siswa yang maju. Setelah membaca puisi semua siswa wajib untuk tepuk tangan sebagai tanda penghargaan kepada siswa yang maju, sehingga semua siswa termotivasi untuk membaca puisi dengan indah.

Baca juga:  Tingkatkan Pembelajaran PAI dengan Home Visit di Masa Pandemi

Menurut Hamalik (Oermar Hamalik, 2007:30), hasil belajar adalah sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang dapat diamati dan diukur bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat diartikan sebagai terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dari sebelumnya dan yang tidak tahu menjadi tahu.1 Hasil belajar dapat diartikan sebagai hasil maksimum yang telah dicapai oleh seseorang siswa setelah mengalami proses belajar mengajar dalam mempelajari materi pelajaran tertentu. Hasil belajar tidak mutlak berupa nilai saja, akan tetapi dapat berupa perubahan, penalaran, kedisiplinan, keterampilan dan lain sebagainya yang menuju pada perubahan positif.

Pengertian hasil belajar merupakan proses untuk menentukan nilai belajar siswa melalui kegiatan penilaian atau pengukuran hasil belajar. Berdasarkan pengertian di atas hasil belajar dapat menerangai tujuan utamanya adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti suatu kegiatan pembelajaran, dimana tingkat keberhasilan tersebut kemudian ditandai dengan skala nilai berupa huruf atau kata atau simbol. (Dimyati dan Mudjiono, 2000;200).

Baca juga:  Bela Negara di Tengah Covid-19

Terbukti dengan menggunakan metode Demonstrasi Variatif, semua siswa mengikuti pelajaran dengan senang hati dan bersemangat. Meningkat hasil belajarnya pada pelajaran bahasa Indonesia yang nilai yang didapatkan juga meningkat. Hasil rata-rata pada penilaian harian untuk materi membaca puisi sebesar 84,57. Seperti yang diterapkan di SDN 01 Pedurungan, Pemalang. (pg2/zal)

SDN 01 Pedurungan, Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya