alexametrics

TMT sebagai Alternatif Pembelajaran Mandiri Berbasis Kebutuhan

Oleh : Drs Suyono Bonifasius

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sejak merebaknya Corona Virus Disease 2019 (Covid -19) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengintruksikan kepada seluruh sekolah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Hal ini sebagai upaya untuk menekan persebaran virus korona.

Sistem pembelajaran jarak jauh merupakan metode dimana peserta didik dengan pengajar berada di lokasi yang berbeda. Sehingga diperlukan sistem telekomunikasi yang interaktif untuk dapat terhubung satu dengan lainnya. Dalam hal ini peran teknologi sangat dibutuhkan seperti komputer, laptop atau handphome yang terhubung dengan koneksi internet.

Guru dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama dengan menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp, telegram, aplikasi Zoom atau media lainnya.

Sampai awal 2021 kegiatan pembelajaran ini selalu dikeluhkan oleh guru, masyarakat, orang tua, maupun siswa. Kendala yang dihadapi yaitu tidak adanya jaringan koneksi internet dan kurangnya inovasi dari guru. Hal ini membuat sistem pembelajaran menjadi tidak menyenangkan bahkan membosankan. Sebagai alternatif untuk mengatasi kejenuhan belajar perlu diubah dengan kegiatan pembelajaran lain seperti tugas mandiri terstruktur.

Baca juga:  Belajar Aritmatika Sosial Membuahkan Ide Bisnis di Masa Pandemi

Tugas mandiri terstruktur adalah tugas yang diberikan kepada peserta didik berupa pendalaman materi pembelajaran. Dirancang oleh guru untuk mencapai kompetensi dasar yang waktu penyelesaian tugasnya ditentukan oleh guru dengan tujuan meningkatkan pemahaman materi serta melatif disiplin dan tanggung jawab peserta didik.

Menurut Wedemeyer seperti yang disajikan oleh Keegan (1983), peserta didik yang belajar secara mandiri mempunyai kebebasan untuk belajar tanpa harus menghadiri pelajaran yang diberikan guru/instruktur di kelas. Siswa/peserta didik dapat mempelajari pokok bahasan atau topik pelajaran tertentu dengan membaca buku atau melihat dan mendengarkan program media pandang-dengar (audio visual) tanpa bantuan atau dengan bantuan terbatas dari orang lain

Seperti yang dilaksanakan di kelas IX SMP Negeri 2 Sawangan Kabupaten Magelang pada semester genap ini. Pada kompetensi dasar menyajikan hasil analisis tentang ketergantungan antarruang dilihat dari konsep ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, harga, pasar), maka tugas mandiri terstruktur yang paling tepat saat situasi pandemi ini adalah membuat masker.

Baca juga:  Tantangan Praktikum Fisika dalam PJJ di Masa Pandemi

Keterkaitan kompetensi dasar tersebut ditunjukkan pada saat siswa membuat masker dan dapat menganalisis bahan baku yang dibutuhkan dalam pembuatan masker serta menafsir harga jual yang disertai dengan pengambilan keuntungan 10-20 persen.

Ternyata tugas pembuatan masker yang diberikan diberi tenggang waktu 7 hari ini sangat mendapat respon oleh siswa positif dari para siswa. Dari 132 siswa ternyata yang dapat mengumpulkan tepat waktu 95 persen dari hasil masker pun 75 persen layak jual dan sisanya cukup dimanfaatkan sendiri.

Dari uraian data tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian tugas terstruktur menjadi alternatif pilihan di masa pandemi. Masker saat pandemi ini sangat dibutuhkan oleh semua orang, sehingga tugas pembuatan masker tidak hanya dapat dimanfaatkan siswa sendiri namun juga bagi orang lain.

Baca juga:  Google Form Solusi Pembelajaran di Masa Pandemi Covid 19

Tugas mandiri terstruktur ini disamping memiliki nilai kemanfaatan sosial, kearifan lokal dan tercapainya kompetensi dasar juga mampu menyadarkan siswa akan pentingnya terapan ilmu pengetahuan yang berguna pada masa kini dan masa yang akan datang.

Oleh sebab itu kemampuan bekerja secara mandiri dan berwira swasta memiliki dampak positif bagi peserta didik sehingga kegiatan ini perlu dibangun mulai dari sekolah. (pm1/lis)

Guru IPS SMPN 2 Sawangan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya