alexametrics

Mewujudkan ABK Mandiri dengan Wirausaha

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNDANG-Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang Disabilitas pasal 11 mengatur hak pekerjaan, kewirausahaan, dan koperasi untuk penyadang disabilitas dan Pasal 53 ayat kedua berbunyi, perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai. Penyandang disabilitas adalah orang yang memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual atau sensorik dalam jangka waktu lama dalam interaksi. Maka Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mempunyai kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan dan kesempatan bekerja sesuai kemampun yang dimiliki.

Untuk menyiapkan sumber daya manusia yang di butuhkan dalam dunia industry diperlukan lembaga pendidikan yang kompeten. Sekolah luar biasa termasuk di dalamnya berperan untuk menyiapkan anak berkebutuhan khusus untuk bersaing di dunia kerja dan menyiapkan mereka untuk membuka lapangan kerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. SLB B Yaspenlub Demak menangani anak berkebutuhan khusus Tuna rungu yang mengalami hambatan dalam pendengaran dan berkomunikasi. Tunarungu merupakan istilah umum untuk menunjukkan kepada seorang yang mengalami tuli (deaf) dan kekurangan pendengaran (hard of hearing), yang disebabkan oleh adanya kerusakan atau ketidak fungsian pada alat pendengaran, sehingga mengakibatkan perkembangan bahasa terhambat dan memerlukan suatu pelayanan khusus dalam mengembangkan potensinya (Gunawan. D, 2016:10)

Baca juga:  Kepemimpinan Kepala Sekolah Jadi Faktor Penentu Keberhasilan Sekolah

Menurut Wasti Soemanto wiraswasta atau wirausaha berarti keberanian, keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri ( 1984:43). Dengan didukung muatan kurikulum sekolah luar biasa SMLB memuat 60 % untuk pendidikan ketrampilan dan praktek ini di butuhkan perencanaan yang sistematis sehingga bisa memaksimalkan kemampuan. Sehingga akan membentuk jiwa berwiraswasta, pandai menentukan produk, menyusun rencana dan memasarkannya.

Keberhasilan ABK dalam berwirausaha memerlukan kerjasama yang melibatkan sekolah, Dinas Pendidikanl, lembaga masyarakat, UMKM, perusahaan, keluarga dan siswa itu sendiri. Dalam rangka meningkatkan kualitas kompetensi Anak Berkebutuhan Khusus perlu proses pendidikan yang berjenjang dan berkesinambungan, sehingga tercapai tujuan yang diinginkan kompetensi kemandirian untuk berwirausaha.

Baca juga:  Pembelajaran Menyenangkan dengan Alat Peraga Kartu Bilangan di Kelas Rendah

Agar output lulusan memiliki yang jiwa wirausaha di Sekolah Luar Biasa Yaspenlub Demak dengan upaya sebagai berikut : (1)Menentukan program ketrampilan yang menjadiunggulan; (2)Menentukan tenaga ahli yang berkompeten sesuai bidangnya; (3)Menyiapkan bimbingan pekerjaan atau bimbingan vokasional; (4)Program magang; (5)Menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah ,perusahaan dan kalangan praktisi dilapangan sesuai bidangnya.

Dalam rangka menyiapkan bimbingan pekerjaan atau bimbingan vocational kegiatan yang dilakukan adalah a)Tata Rias :ada salon mini di sekolah yang pengelolaannya oleh peserta didik dengan menerima klien tiap hari selasa dan Kamis; b)Tata Boga : Ada Kantin sekolah yang di kelola oleh peserta didik secara bergiliran dari Kelas VII-XII untuk melatih manajemen penjualan; c)Desain Grafis :Ruang Praktek Desain grafis membuat kemasan kemasan Produk; d)MemBatik: Ruang produksi dan workshop, mengikuti pameran-pameran dan menerima pesanan kain batik masyarakat umum.

Baca juga:  Pembelajaran RME Mudahkan Siswa Pahami Materi Luas Prisma

Keberhasilan dari program kewirausahaan yang berjenjang dari peserta didik yang penulis laksanakan telah di rasakan langsung antar lain: pertama, Alumni SLB B Yaspenlub telah terserap bekerja di PT di sekitar Demak dan Jepara; kedua, Bekerja di rumah produksi batik; ketiga, Mandiri dengan berwirausaha warung makan, cuci motor dan jasa laundry; keempat, Peserta didik aktif mengikuti pameran-pameran oleh UMKM baik tingkat kabupaten maupun Provinsi; kelima, Peserta didik menjuarai lomba FLS2N adanya LKSN baik tingkat caban Dinas, provinsi maupun nasional. (kb4/zal)

Kepala SLB B Yaspenlub Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya