alexametrics

Mengurangi Kejenuhan Belajar dengan Teknik Self Instruction

Oleh: Rina Kusumawardhani, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SETIAP peserta didik mempunyai peluang untuk meraih hasil terbaik pada proses belajar, namun tidak jarang peserta didik menemukan hambatan dalam proses belajar salah satu hambatannya adalah kejenuhan belajar. Menurut Moh Agus Rohman (2018:16) kejenuhan belajar adalah kondisi emosional dan mental yang mengalami kelelahan yang sangat pada saat belajar, sehingga ia merasa lesu dan sudah tidak dapat menampung materi atau informasi yang baru. Jika sudah mengalami kejenuhan saat belajar peserta didik akan sulit konsentrasi serta menghilangkan motivasi untuk mengikuti kegiatan belajar. Tekanan akademik dan prestasi dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya kejenuhan, selain itu padatnya kegiatan belajar juga menjadi penyebab peserta didik mengalami kejenuhan belajar.

Permasalahan mengenai kejenuhan belajar banyak dialami oleh peserta didik, seperti halnya di SMP Negeri 2 Warungasem, berdasarkan observasi banyak peserta didik mengalami kejenuhan belajar, misalnya peserta didik sering melakukan aktivitas di luar kegiatan belajar saat proses belajar berlangsung, kurang tetarik dengan penjelasan guru, acuh terhadap belajar, putus asa terhadap proses belajar, perasaan pesimis akan manfaat dari belajar, serta berprestasi rendah.

Baca juga:  Mengenal Negara-Negara ASEAN melalui Video Youtube

Hal ini jelas sangat mengganggu kegiatan belajar, dengan kata lain kehidupan efektif sehari-hari peserta didik terganggu. Peran guru bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan untuk membantu peserta didik agar peserta didik bisa mendapatkan kembali kehidupan efektifnya. Salah satu layanan bimbingan konseling yang bisa diberikan kepada peserta didik tersebut adalah layanan bimbingan kelompok. Bimbingan kelompok sebagai layanan bantuan yang memanfaatkan dinamika kelompok, yaitu suatu proses antar pribadi yang dinamis, terpusat pada pikiran dan perilaku yang disadari, dibina dalam suatu kelompok kecil mengungkapkan diri kepada sesama anggota dan pimpinan kelompok, di mana komunikasi antar pribadi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan diri terhadap nilai-nilai kehidupan dan segala tujuan hidup serta untuk belajar perilaku tertentu ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Tujuan memberikan bimbingan kelompok diantaranya yaitu agar dapat membantu individu dalam mencapai perkembangan secara optimal, berperan mendorong munculnya motivasi kepada individu untuk membantu membuat perubahan dengan memanfaatkan potensi secara maksimal, sehingga diharapkan individu dapat mengatasi masalahnya dengan cepat dan tidak menimbulkan gangguan emosi, menciptakan dinamika sosial yang berkembang secara intensif, dan dapat mengembangkan keterampilan komunikasi dan interaksi sosial yang baik dan sehat.

Baca juga:  Solutions to Evercome Student Boredom pada Pembelajaran Daring

Teknik Self-Instruction dapat diadaptasi untuk menangani beragam masalah, salah satunya masalah kejenuhan belajar. Prosedur penerapannya yaitu dengan rekonstruksi sistem berpikir (core beliefe) melalui perubahan pola verbalisasi diri (self statement) yang positif sehingga lebih adaptif. Terdapat lima tahapan yaitu: Pemimpin kelompok menjadi model bagi anggota kelompok, pertama memberikan contoh dengan menyuarakan dengan lantang/keras dialog internal anggota kelompok dan anggota kelompok mengikutinya dengan merefleksikan dialog internal tersebut ke perilaku. Anggota kelompok kemudian mengikuti apa yang sudah dicontohkan pemimpin kelompok, menyuarakan dialog internalnya secara lantang dan keras (overt) dan langsung merefleksikannya ke perilaku. Anggota kelompok diinstruksikan untuk mengulang kembali dengan tugas yang sama yaitu menyuarakan kembali dialog internalnya dengan lantang dan keras (overt) dan langsung merefleksikannya keperilaku. Anggota kelompok menyuarakan dialog internalnya secara samar (hanya terdengar olehnya) dan langsung merefleksikan ke perilaku. Anggota kelompok melakukan dengan menginstruksi pada dirinya sendiri yaitu dengan menyuarakan dialog internalnya hanya dalam hatinya saja (covert) dan langsung merefleksikan ke perilaku.

Baca juga:  Keluarga Berperan Penting dalam Motivasi Belajar Siswa di Sekolah

Layanan bimbingan kelompok dengan teknik self instruction dapat diterapkan untuk mengurangi kejenuhan belajar karena dengan layanan bimbingan kelompok peserta didik dapat memperoleh kesempatan untuk membahas dan mengentaskan masalah yang dialaminya melalui dinamika kelompok, dan dengan interaksi kelompok peserta didik dapat meningkatkan pemahaman diri dan berguna untuk perubahan tingkah laku secara individual, teknik self insruction digunakan untuk mengganti pikiran negative yang bersifat irasional pada siswa menjadi positif dengan tujuan akhirnya adalah untuk mengubah perilaku peserta didik. (ti2/zal)

Guru SMPN 2 Warungasem, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya