alexametrics

Mengenal Permainan Congklak sebagai Pembelajaran Teknologi Sederhana

Oleh : Tri Yuni Winarni, S.Pd.AUD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan anak yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari adalah bagian dari proses belajar. Syaiful dan Aswan (1997: 11) menyampaikan bahwa proses belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya, tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. Proses belajar atau disebut juga proses pembelajaran salah satunya adalah bersumber dari komunikasi yang berasal dari guru, buku, dan informasi lainnya. Anak didik berkedudukan sebagai penerima materi pembelajaran, sedangkan sebagai saluran/media yang digunakan adalah media pembelajaran yang dapat membantu dalam penyampaian informasi dari sumber ke penerima.

Pada proses pembelajaran, media yang digunakan sebagai proses komunikasi memegang peranan yang sangat penting. Karena media akan mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Ketika media pembelajaran yang digunakan tepat, maka proses pembelajaran akan berjalan dengan baik dan hasil belajar yang didapatkan oleh anak didik berbanding lurus. Rayanda Asyar (2012 : 8) mengemukakan bahwa media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari sumber secara terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Keberhasilan proses pembelajaran dan hasil belajar dipengaruhi dengan ketepatan memilih model, metode, atau media yang digunakan selama proses belajar mengajar berlangsung. Guru diharapkan mengutamakan proses pembelajaran yang melibatkan anak didik secara bersama atau di sebut sebagai pembelajaran kooperatif. Permendikbud (2013) menjelaskan bahwa guru pada pembelajaran berperan sebagai fasilitator yang membimbing anak didik untuk menemukan pengetahuannya, memotivasi siswa untuk bekerja keras memperoleh hasil belajar yang tinggi. Guru sebagai fasilitator harus mampu membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, interaktif, menantang, inspiratif, dan mampu memotivasi peserta didik.

Baca juga:  Pembelajaran IPS selama Pandemi dengan Media Video

Media pembelajaran yang mampu meningkatkan perhatian dan minat belajar siswa dapat membuat pembelajaran tidak membosankan. Salah satu media pembelajaran yang sederhana dan menyenangkan dalam bentuk permainan. Permainan yang aman dan berkualitas salah satunya adalah permainan tradisional, yaitu permainan tradisional congklak. Permainan congklak ini tidak asing lagi bagi siswa. Hampir seluruh siswa pernah bermain congklak. Melalui permainan congklak anak dilatih untuk berinteraksi dengan temannya. Adanya teman bermain maka permainan akan semakin seru dan menyenangkan sehingga anak tidak mudah bosan. Permainan congklak diharapkan dapat membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar lebih rajin agar hasil belajar yang diperoleh menjadi meningkat.

Baca juga:  Media Pembelajaran dengan Bahan Alam Daun Pisang

Penulis sekaligus guru TK Pertiwi Pecangakan Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang memanfaatkan media ini untuk pembelajaran mengenal teknologi sederhana yaitu peralatan bermain. Ketepatan media yang digunakan akan meningkatkan aktivitas belajar siswa sehingga siswa termotivasi untuk belajar dan pada akhirnya hasil belajar yang diperoleh juga mengalami peningkatan. Penulis merasakan bahwa media permainan congklak sangat efektif dalam meningkatkan motivasi dan minat anak didik mengikuti pembelajaran serta mendongkrak hasil belajar anak didik. (gb1/ton)

Guru TK Pertiwi Pecangakan Kec. Comal Kab. Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya