alexametrics

Pembelajaran Peta Berbasis Pengalaman Traveling dan Mapping

Oleh: Sri Haryono, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Guru sebagai tenaga profesional yang mengemban tugas mulia sebagai pendidik dan pengajar ilmu pengetahuan ilmiah, dituntut bisa melakukan berbagai inovasi pembelajaran sesuai situasi dan kondisi seperti sekarang ini. Di masa pandemi Covid-19 (2020; Dr. Ghufron A., M.Pd, dosen PPS UPGRIS).

Geografi sebagai mata pelajaran kelas XII-IPS di SMAN 1 Kesesi Kabupaten Pekalongan telah dilakukan uji eksperimen penilaian hasil belajar. Pada uji-eksperimen yang pertama materi peta dan pemetaan, guru menyampaikan materi pelajaran dengan berbagi pengalaman saat melakukan perjalanan. Kemudian di tiap tempat yang disinggahi ditulis, di-mapping yang disampaikan secara online melalui Google Meet & Quipper. Divariasikan dengan diskusi dan mengajukan pertanyaan kepada peserta didiknya untuk dijawab.

Untuk mengetahui umpan-balik dari materi yang telah diajarkan, guru melakukan penilaian harian pertama. Hasilnya, nilai rata-rata ulangan harian pertama masih di bawah standar nilai ketuntasan minimal.

Baca juga:  Belajar Kingdom Animalia Lebih Menyenangkan dengan Kartu Kuartet

Maka guru berfikir kreatif untuk menentukan model pembelajaran lain yang efisien, efektif dan tepat. Salah satunya dengan metode pembelajaran berbasis traveling dan mapping.
Guru diharapkan mampu melakukan pembaharuan dalam proses pembelajaran jarak jauh (PJJ). Yakni guru terlebih dahulu menentukan tema, metode apa yang tepat, aplikasi PJJ apa yang akan digunakan. Setelah semua dipersiapkan, proses pembelajaran dimulai dengan memberikan stimulus berupa penjelasan singkat tentang isi materi pelajaran.
Peserta didik secara klasikal diajak berdiskusi tentang ringkasan isi utama materi pelajaran tersebut dengan memberikan beberapa topik pokok. Materi disampaikan secara online via google meet untuk dibahas bersama dalam satu kelas online.

Hasilnya disimpulkan oleh beberapa peserta didik sebagai penguat. Kesimpulan utama materi pelajaran diambil oleh guru di depan peserta didik. Untuk memperdalam materi, dibentuklah kelompok kecil yang beranggotakan 5 orang per kelompok.

Baca juga:  Pembelajaran di Sekolah Pinggiran dalam Masa Pandemi

Setelah kelompok terbentuk, guru menentukan satu peserta didik sebagai juru bicara. Guru memerintahkan agar isi materi pelajaran tadi yang secara singkat sudah disampaikan dan telah didiskusikan secara umum di kelas agar dibahas ulang.

Kini posisi guru diganti oleh aktivitas mandiri peserta didik yang bertugas menyampaikan ulang isi materi pelajaran dengan melibatkan anggota kelompok lain. Dalam hal ini dipilihlah materi peta dan pemetaan.

Pembelajaran geografi XII-IPS di SMAN 1 Kesesi berbasis hasil pengalaman traveling & mapping peserta didik di suatu wilayah, tiap kelompok diperbolehkan mencari tempat yang cocok sesuai anggotanya. Mengacu protokol kesehatan, tempat yang dipilih untuk diskusi memperhatikan jarak antar-rumah masing-masing. Boleh di teras rumah masing-masing tapi masih dalam jangkauan online pengamatan guru.

Boleh di halaman rumah di bawah pohon yang teduh dengan rumput yang indah atau cari tempat lain yang nyaman. Tetapi masih di lingkungan rumah peserta didik serta dalam jangkauan online pengamatan guru.

Baca juga:  Word Puzzles Melatih Keterampilan Motorik Siswa dalam Kosakata

Setelah proses diskusi PJJ tiap kelompok dipersilakan presentasi hasil kerjanya untuk dibahas bersama. Guru menyimpulkan isi materi pelajaran yang sudah dibahas oleh peserta didik. Guna mengetahui penguasaan materi tersebut guru melakukan penilaian harian kedua.

Hasilnya dianalisis diperoleh rata-rata nilai ulangan harian ke-2 tersebut 100 persen peserta didik mencapai standar kriteria ketuntasan minimal (KKM). Dapat disimpulkan, pembelajaran geografi kelas XII-IPS SMAN 1 Kesesi pada materi peta dan pemetaan yang berbasis traveling & mapping dapat berhasil baik setelah mengubah cara penyampaian materi. Dari model ceramah searah oleh guru diganti model diskusi bervariasi dari hasil pengalaman traveling & mapping peserta didik di lingkungan wilayah sekitarnya. (ag1/lis)

Guru Geografi SMAN 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya