alexametrics

Tebarkan Dampak Positif, Memotivasi Siswa dan Orang Tua Belajar Daring

Oleh : Abdul Mutholip S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN jarak jauh (PJJ) merupakan alternatif kegiatan belajar mengajar (KBM) di tengah pandemi Covid-19. Sebab, dengan pembelajaran tatap muka dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Tak hanya belajar dari rumah, tapi semua orang dituntut bekerja dari rumah, bahkan beribadah dari rumah.

Surat Edaran (SE) Mendikbud nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat pun diterbitkan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal harus merespon dan mengambil kebijakan dalam upaya mencerdaskan bangsa, namun tetap meningkatkan kesehatan seluruh peserta didik maupun gurunya.

Para guru harus membiasakan diri terhadap perubahan, beberapa aturan dan kebijakan untuk menekan penyebaran dan memutus mata rantai Covid-19. Salah satunya dengan pemberlakuan social distancing agar masyarakat menjaga jarak fisik untuk melindungi diri dari penyebaran Covid-19.

Baca juga:  Tanggung Jawab Kepala Sekolah sebagai Seorang Pemimpin

Pemanfaatan teknologi informasi memiliki peranan penting dalam pelaksanaan PJJ di tengah pandemi Covid-19 (Yulianto E, Cahyani PD, Silvianita S. Perbandingan Kehadiran Sosial dalam Pembelajaran Daring Menggunakan Whatsapp Group dan Zoom dll, berdasarkan sudut pandang pembelajar pada masa pandemic Covid-19). Proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik apabila guru dan siswa bisa menggunakan beberapa aplikasi di antaranya, google class, whatsapp, zoom meeting, serta media informasi lainnya yang menghubungkan guru dan siswa dalam KBM.

Melalui PJJ, siswa harus memanfaatkan smartphone dengan jaringan internet. Namun dalam pembelajaran daring di SDN Rejosari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, menemui kendala. Banyak siswa yang mengeluhkan tugas guru yang banyak, tanpa adanya penjelasan materi yang jelas. Akibatnya, siswa merasa kewalahan. Apalagi penggunaan aplikasi juga masih membingungkan siswa dan orang tua siswa. Semua butuh adaptasi dalam pembelajaran daring.

Baca juga:  Asiknya Belajar Daring Materi Virus dengan Qa Method

Selain itu, dampak pembelajaran daring juga tidak selalu positif. Dalam jangka waktu yang panjang, menyebabkan siswa bosan, jenuh, berakibat pasif, kurang kreatif, dan tidak inovatif. Materi pembelajaran yang disampaikan guru, tidak diindahkan oleh siswa. Kebanyakan siswa di rumah menjadi lebih suka bermain dengan teman sebayanya. Tidak mengindahkan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya.

Karena itulah, guru dituntut kreatif dalam memberikan mata ajar kepada siswanya. Guru harus bisa mencari dan menerapkan model pembelajaran yang tepat, merencanakan secara matang, agar siswanya termotivasi untuk mengikuti pembelajaran, dan merasa senang belajar.

Dampak negatif bisa disulap menjadi positif. Dengan menekankan beberapa manfaat pembelajaran daring. Di antaranya, dapat meningkatkan interaksi melalui informasi pembelajaran antara guru dengan siswa secara daring, memudahkan terjadinya interaksi pembelajaran dimana dan kapan saja setiap waktu sesuai dengan kondisi yang diinginkan, menjangkau tersampainya informasi dalam cakupan yang luas dan tertuju, mempermudah menerima informasi pembelajaran dan menyampaikan materi pembelajaran antara siswa dan guru. Dengan begitu, baik siswa maupun orang tua siswa yang mendampingi belajar dari rumah, juga merasa tertantang untuk terus belajar. Kejenuhan sirna berganti semangat belajar yang tinggi. (pg2/ida)

Baca juga:  Paternalistik Jitu untuk Waskat

Kepala SDN Rejosari, Bojong, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya