alexametrics

Pendampingan Orang Tua Memotivasi Anak untuk Giat Belajar

Oleh : Ahmad Mujib S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 yang melanda di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia mengharuskan siswa mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Menurut Riyana (2019:1.14), pembelajaran daring lebih menekankan pada ketelitian dan kejelian siswa dalam menerima dan mengolah informasi yang disajikan secara online. Hal ini sesuai dengan surat edaran (SE) nomor 4 tahun 2020 tentang panduan pembelajaran di rumah selama pandemi Covid-19 dan guru hendaknya tidak membebani siswa melalui tuntutan capaian kurikulum sebagai syarat kenaikan kelas.

Pembelajaran semester genap tahun 2020/2021, masih berlangsung secara daring. Walaupun SKB 4 menteri nomor 04/KB/2020 memberian rambu–rambu pembelajaran tatap muka sesuai kebijakan daerah masing–masing. Tentunya, banyak tantangan dalam pelaksanaan PJJ ini, terutama orang tua sebagai wali murid yang mempunyai tantangan tersendiri. Karenanya, dukungan orang tua atau wali murid sangat penting bagi keberlanjutan pendidikan anak dan harus memastikan belajar anaknya dengan baik. Sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh pendidik.

Baca juga:  Memunculkan Semangat Belajar Rantai Makanan dengan Diorama Sederhana

Menurut Sari (2015:27-28) kelebihan pembelajaran daring adalah membangun suasana belajar baru. Pembelajaran daring akan membawa suasana yang baru bagi siswa, yang biasanya terjadi di kelas. Namun ada beberapa kelemahan dalam pembelajaran daring, anak sulit fokus karena suasana rumah kurang kondusif. Terutama jika pelibatan orang tua kurang maksimal atau bahkan adanya kekerasan baik secara verbal maupun non verbal.

Keterbatasan kuota internet atau paket internet atau wifi yang menjadi penghubung dalam pembelajaran daring serta adanya ganguan dari beberapa hal lain. Selaras dengan pendapat Hadisi & Muna (2015:131), pembelajaran daring mengakibatkan kurangnya interaksi antara guru dan siswa, bahkan antarsiswa itu sendiri.

Sehingga untuk mengurangi kesenjangan antara guru dan siswa, guru dan wali murid, kemudian mengurangi kesenjangan hubungan antarsiswa, perlu adanya strategi pembelajaran daring di antaranya dengan pengasuhan bersama. Menurut Gunarsa (2002), pengasuhan belajar merupakan pola interaksi antara anak dengan orang tua yang meliputi bukan hanya pemenuhan kebutuhan fisik (makan, minum, pakaian, dan lain sebagainya) dan kebutuhan psikologis (afeksi atau perasaan), tetapi juga norma-norma yang berlaku di masyarakat agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungan termasuk di dalamnya kebutuhan belajar anak.

Baca juga:  Tingkatkan Pembelajaran IPA dengan Metode Demonstrasi

Pendapat lain disebutkan oleh Shochib (1998) mengatakan bahwa keluarga merupakan lembaga pertama dalam kehidupan anak, tempat ia belajar dan menyatakan diri sebagai makhluk sosial. Keluarga memberikan dasar pembentukan tingkah laku, watak, moral, dan pendidikan kepada anak sehingga pengasuhan belajar adalah salah satu bagian tanggung jawab dalam pengasuhan.

Ada beberapa pendekatan dalam pendampingan anak belajar sebagai bagian dari pengasuhan belajar dari rumah sebagai berikut, 1) belajar dengan aman. Peran orang tua kepada anaknya ialah membantu anak agar dapat belajar dengan aman dan efektif. 2) Memberikan semangat dalam pembelajaran daring. Orang tua dapat menjadi partner dan penerjemah materi dari penyampaian guru berupa video pembelajaran. 3) Komunikasi yang baik antara siswa, orang tua, guru dan pihak sekolah akan menjadikan siswa tidak merasa tertekan, tapi senang belajar di rumah. 4) Peningkatan rasa keimanan dan ketaqwaan dalam pengasuhan. (pg2/ida)

Baca juga:  Belajar Sistem Persamaan Tiga Variabel Mudah dengan Blended Learning

Guru MI Ma’arif Suren Gede, Kabupaten Wonosobo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya