alexametrics

Manfaat Permainan Bola Besar dalam Melatih Sifat Kegotongroyongan Siswa

Oleh : Imam Suroso, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Materi pertama dalam semester I pelajaran Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan (PJOK) kelas VII SMP adalah permainan bola besar. Permainan bola besar umumnya dimainkan secara beregu. Perlu kita ketahui, setiap orang memiliki kesukaan berolahraga yang berbeda-beda. Menurut Muhadjir dalam buku paket PJOK kelas VII (2017:5) kesukaan berolahraga merupakan sebuah awal bagi kita untuk berolahraga dengan sungguh-sungguh dan disiplin.

Permainan bola besar, seperti sepak bola, bola voli, dan bola basket dimainkan secara beregu dan memerlukan kerja sama tim yang baik. Siswa yang ingin berprestasi di bidang olahraga, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional tidak dalam sekejap. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menguasai teknik-teknik dasar dari permainan tersebut. Selain itu kerja sama tim.

Menurut Hamzet dalam situs www.kompasiana.com, dalam khazanah kehidupan masyarakat Indonesia, kerja sama dalam sebuah tim sudah ditanamkan leluhur kita sejak dahulu yaitu melalui kegiatan gotong royong. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam situsnya kkbi.web.id, gotong royong diartikan suatu bentuk kerja sama antar-individu, antara individu dan kelompok, dan antarkelompok, membentuk suatu norma saling percaya untuk melakukan kerja sama dalam menangani permasalahan yang menjadi kepentingan bersama.

Baca juga:  Peningkatan Pembelajaran Akuntansi dengan Metode Visiku

Manfaat gotong royong di antaranya dapat memperkuat dan mempererat hubungan antarwarga masyarakat. Menyatukan seluruh warga masyarakat yang terlibat di dalamnya. Meringankan pekerjaan karena untuk memenuhi kebutuhannya, sebagai makhluk sosial manusia harus melibatkan orang lain.

Penanaman nilai-nilai gotong-royong yang menjadi sifat dasar yang dimiliki manusia Indonesia dapat kita terapkan dalam pembelajaran PJOK, khususnya materi “permainan bola besar”. Misalnya dalam permainan sepak bola. Sepak bola merupakan permainan yang dilakukan oleh dua regu/tim. Setiap tim terdiri atas 11 pemain. Permainan sepak bola membutuhkan kerja sama tim yang kompak. Di samping itu, variasi dan kombinasi teknik-teknik dasar juga diperlukan dalam permainan ini. Teknik-teknik dasar itu adalah menendang bola, menghentikan bola, menggiring bola, menyundul bola, dan melempar bola. Di dalam pembelajaran permainan bola besar seperti sepak bola, seorang guru PJOK harus menekankan kepada anak didiknya bahwa yang diutamakan dalam permainan tersebut adalah kebersamaan.

Baca juga:  Belajar Alat Musik Gitar dengan Metode Tutor Sebaya

Pemain tidak diharuskan memiliki kemampuan teknik yang terbaik, karena dengan menggunakan permainan dengan teknik yang terbatas, seseorang sudah bisa mampraktikkannya saat pelajaran berlangsung. Misalnya, memainkan passing pendek, kontrol bola, menendang ke arah gawang dan lain sebagainya.

Permainan bola besar melibatkan berbagai macam karakter pemain yang memiliki kecakapan bermain yang berbeda-beda. Tidak ada yang paling penting dalam sebuah tim karena semua komponen yang terlibat di dalamnya adalah penting. Dengan demikian akan tumbuh sikap saling bekerja bersama-sama, tolong-menolong, bantu-membantu yang merupakan manifestasi konkret dari semangat kebersamaan di tengah-tengah masyarakat negeri ini, terutama di pedesaan.

Dalam perjalanan sejarah kehidupan bangsa, gotong-royong menjadi perekat sosial paling efektif. Selain itu, gotong-royong merupakan ejawantah dari kepedulian dan kepekaan sosial. Untuk itu, gotong royong perlu terus didorong dan dilaksanakan agar tidak terkikis budaya individulistis yang tidak sensitif terhadap situasi dan kondisi sekitar.

Baca juga:  Mudahnya Menulis Surat Pribadi dengan Examples Non Examples

Gotong-royong jangan lah sekadar menjadi perbincangan di ruang-ruang diskusi, diseminarkan yang kemudian menghilang di tengah hiruk-pikuk dan menjadi kata-kata tanpa makna. Karena gotong royong juga melatih sikap sportifitas, yaitu sikap menghargai nilai-nilai luhur dalam sebuah olahraga. Dalam sebuah pertandingan, fair play tidak hanya imbauan yang ditujukan pada pemain atau atlet saja tetapi juga pada pelatih, wasit, para staf managerial, panitia dan bahkan pengurus cabang olahraga. (pm1/lis)

Guru PJOK SMP Negeri 1 Purwodadi, Grobogan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya