alexametrics

Aplikasi Jamboard untuk Pembelajaran Vocabulary Daring Sinkron Siswa Kelas X SMA

Oleh : Heni Triyana, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pola pembelajaran bahasa pada dasarnya berpusat pada hulu yang sama, yakni penguasaan kosakata (vocabulary). Menurut Rivers (Nunan, 1991: 117) kosakata merupakan hal yang penting agar dapat menggunakan bahasa kedua (second language). Tanpa kosakata yang luas, seseorang tidak akan dapat menggunakan struktur dan fungsi bahasa dalam komunikasi secara komprehensif. Oleh karena itu, pembelajaran vocabulary harus dilakukan secara efektif dan kontekstual meskipun dalam situasi pembelajaran daring.

Proses pembelajaran daring sendiri terbagi menjadi dua acara, yakni sinkron di mana guru dan peserta didik terlibat dalam pembelajaran pada saat yang bersamaan melalui media konferensi video, live chat, dan streaming dan asinkron dimana merupakan proses belajar-mengajar antara peserta didik dan guru tidak dalam waktu yang sama. Dalam praktiknya, guru lebih sering memanfaatkan proses pembelajaran asinkron karena dipandang lebih fleksibel dan menjangkau berbagai latar belakang peserta didik, meski hasilnya kurang efektif. Di sisi lain, pembelajaran sinkron dipandang sebagai proses yang memberatkan peserta didik dari segi sumber daya yang disyaratkan. Diperlukan alternatif pembelajaran sinkron yang mudah akses dan ramah kuota peserta didik.

Baca juga:  Implementasi Platform Lark Adjective Learning

Dalam pembelajaran vocabulary, aplikasi Jamboard dapat dipergunakan sebagai media pembelajaran sinkron. Aplikasi ini memiliki keunggulan dari segi kemudahan akses, fitur yang sederhana, dan tidak membutuhkan banyak kuota. Aplikasi besutan Google for Education ini memberikan ruang bagi guru dan peserta didik untuk berinteraksi melalui teks secara real time dengan memanfaatkan satu papan tulis interaktif untuk berdiskusi, merancang gagasan, maupun mengembangkan konsep.

Untuk pembelajaran vocabulary, model vocabulary graphic organizerm cocok dikembangkan dengan aplikasi Jamboard. Model pembelajaran mind mapping tersebut dapat secara efektif didukung oleh fitur di dalam aplikasi seperti pena, text-box, sticky note, shape, laser, dan fitur lampirkan gambar. Peserta didik dapat berinteraksi secara langsung dengan menyimak instruksi yang diberikan guru melaui sticky note dan memberikan feedback secara langsung terhadap proses pembelajaran. Misalnya, dalam pembelajaran bahasa inggris vocabulary descriptive text pada materi kelas X SMA Negeri 2 Slawi, guru memulai dengan membuat sebuah lingkaran di tengah teks kemudian diisi dengan sebuah kata (main word) yang berhubungan dengan tema, misal kata peninsula. Kemudian di sekitar lingkaran tersebut dibuat empat slot yang berisi petunjuk apa yang harus dilakukan terhadap kata tersebut, misal write the definition, use it in a sentence, write a synonym/ anthonym of the word, dan draw a picture. Pada keempat slot tersebut, peserta didik dipersilakan untuk mengisi sesuai dengan petunjuknya. Peserta didik dapat memanfaatkan fitur sticky note dengan menuliskan nama terlebih dahulu sebelum jawaban dan memilih warna tertentu yang membedakan antar slot.

Baca juga:  Belajar Teks Prosedur Menjadi Mudah dengan Metode Demonstrasi

Guru dapat memandu dengan memberikan giliran pada peserta didik untuk menuliskan jawaban pada peserta didik. Untuk mempermudah proses, dapat pula memanfaatkan Whatsapp grup untuk memberikan panduan-panduan tertentu yang diperlukan. Partisipasi peserta didik dapan dipantau melalui keaktifan dalam merespon diskusi dan mengirimkan jawaban pada kuis-kuis yang diberikan. Model pembelajaran mind mapping ini terbukti efektif dalam mempelajari bahasa. (lbs1/ton)

Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 2 Slawi Kab. Tegal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya