alexametrics

Home Visit Jadi Pembelajaran Inovatif saat Pandemi Covid-19

Oleh : Edi Sumito S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MEMASUKI semester II tahun ajaran 2020/2021, guru masih dihadapkan dengan situasi sulit dalam melaksanakan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran daring yang hampir satu tahun dilaksanakan, belum menemukan hasil yang memuaskan, justru menjenuhkan. Hal ini bisa terlihat dari hasil penilaian semester satu, masih banyak siswa yang nilainya belum mencapain kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan harus dilaksanakan remedial (perbaikan). Terkesan menjenuhkan dapat dilihat dari obrolan wali murid dalam grup whatsapp. Sebagian besar wali murid merasa jenuh dengan pembelajaran daring murni dan menginginkan pembelajaran tatap muka agar anaknya bisa mendapatkan pembelajaran secara maksimal dari gurunya.

Januari 2021 yang digadang-gadang orang tua siswa bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara normal, ternyata belum bisa dilaksanakan. Lebih-lebih dengan persebaran Covid-19 yang kasusnya semakin meningkat. Akibatnya, keinginan belajar tatap muka belum bisa dilaksanakan. Hal ini memaksa guru agar mengembangkan inovasi pembelajaran di saat pandemi Covid-19, salah satunya pembelajaran dengan metode home visit.

Baca juga:  Memodifikasi Metode Audio Lingual dalam Pembelajaran Daring

SDN 02 Kejene, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, melaksanakan pembelajaran dengan home visit method sebagai alternatif pembelajaran di saat pandemi Covid-19. Home visit method merupakan program sekolah yang dilaksanakan dengan cara, para guru mengunjungi tempat tinggal siswa untuk memberikan pembelajaran, dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi peserta didik.

Menggunakan metode pembelajaran home visit setelah mengevaluasi hasil pembelajaran sebelumya (semester I). Sebelum menggunakan metode home visit, penulis melakukan pembelajaran secara daring atau online. Tetapi metode ini tidak dapat dinikmati oleh sebagian siswa, khususnya sekolah penulis yang bertempat tinggal di pelosok dan tidak memiliki fasilitas penunjang untuk mendapatkan materi melalui pembelajaran secara daring.

Home visit dilakukan dengan cara, kunjungan guru ke rumah anak didik dengan membentuk kelompok belajar siswa yang tempat tinggalnya berdekatan antara 5 sampai 8 anak. Untuk jadwal pembelajaran di setiap kelas home visit, para siswa akan mendapatkan pembelajaran dengan metode home visit tiga kali dalam satu minggu, dengan waktu pembelajarannya mulai pukul 08.00 sampai 10.00. Selebihnya selama tiga hari pembelajaran dilaksanakan secara daring.

Baca juga:  Keterampilan Bermain Dribble Bola Basket dengan Metode KPK

Dengan home visit, para siswa dapat menangkap pembelajaran secara visual dan audio, karena tidak semuanya menguasai salah satu media pembelajaran tersebut. Sangat penting bagi guru untuk merencanakan pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang dapat memanfaatkan potensi siswa dan sumber belajar yang ada dalam pembelajaran sehingga siswa mengalami keadaan belajar atau terlibat dengan senang hati melakukan kegiatan belajar. Bila mengacu pada pengertian inovasi, pembelajaran inovatif bukanlah pembelajaran dengan strategi belajar yang benar-benar baru, namun strategi itu merupakan hal baru bagi peserta didik atau guru.

Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk membangun pengetahuan secara mandiri. Dalam mewujudkan pembelajaran inovasi diperlukan adanya model pembelajaran, media pembelajaran, dan yang paling utama strategi pembelajaran. Metode pembelajaran home visit dapat mengatasi permasalahan belajar pada masa pandemi Covid-19, agar siswa tetap mendapatkan pendidikan yang layak dan mudah dipahami, khususnya di SDN 02 Kejene, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. (gb1/ida)

Baca juga:  Peningkatan Hasil Belajar Perkalian Bentuk Bilangan Pecahan dengan Examples Non Examples

Guru SDN 02 Kejene, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya