alexametrics

Course Review Horay Mendalami Keteladanan Para Nabi

Oleh : Nurhayati, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Model pembelajaran sangat berpengaruh terhadap kuantitas jumlah pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Model pembelajaran konvensional dan usang dapat menambah buruknya proses pembelajaran. Permasalahan ini sekaligus berdampak terhadap hasil belajar siswa. Proses pembelajaran harus berbasis kebersamaan siswa dan keterlibatan siswa secara maksimal. Karena manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan pertolongan orang lain. Fungsi guru sudah saatnya bertransformasi dari seorang manajer dalam kelas atau center of learning menjadi mediator dan fasilitator. Pemanfaatan pembelajaran kooperatif masih menjadi langkah terbaik pelibatan siswa dalam proses pembelajaran.

Salah satu tokoh bernama Lie (2010: 12) mengungkapkan bahwa pembelajaran kooperatif atau pembelajaran gotong royong adalah sistem pengajaran yang memberi kesempatan siswa untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Penulis sebagai guru PAI dan BP SDN 01 Sijeruk Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan menerapkan pembelajaran kooperatif dengan model Course Review Horay pada materi kelas enam tentang meneladani para nabi dan rasul Allah SWT. Model pembelajaran Course Review Horay merupakan model pembelajaran yang menyenangkan karena siswa diajak untuk bermain sambil belajar dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Siswa secara implisit diajak untuk mempelajari suatu materi pembelajaran namun dengan cara bermain sehingga siswa tidak merasa tertekan untuk menghafal rentetan konsep yang harus dikuasainya.

Baca juga:  Lagu Mengatasi Persoalan Listening Siswa

Seperti yang dijelaskan oleh Huda (2013) bahwa Course Review Horay adalah model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena setiap siswa yang dapat menjawab benar maka siswa tersebut diwajibkan berteriak “hore!” atau yel-yel lainnya yang disukai. Model pembelajaran Course Review Horay dapat dikatakan cara memberikan pengertian dengan menstimulasi peserta untuk memperhatikan, menelaah dan berfikir. Langkah-langkahnya adalah guru menyampaikan informasi kompetensi dan tujuan pembelajaran serta model yang akan digunakan. Kemudian, guru menyajikan gambaran secara umum materi pembelajaran. Setelah guru menyajikan materi pembelajaran, lalu guru melakukan tahap pemantapan kepada siswa. Tahap pemantapan ini dilakukan dengan melakukan tanya jawab, baik tanya jawab antara siswa dengan siswa dan guru dengan siswa, demikian juga sebaliknya. Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok heterogen 4-5 siswa dan setiap kelompok diharuskan membuat yel-yel kelompoknya. Kemudian guru memberikan tugas kelompok untuk didiskusikan dan membacakan hasil diskusi.

Baca juga:  Pembelajaran Daring selama Pandemi dengan Video Call dan Google Meet

Siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak, guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak, murid yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan murid menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. Guru memberikan apresiasi terhadap kelompok yang dapat menjawab dengan benar dan kelompok dengan yel-yel yang kompak dan meriah. Pada langkah akhir membuat simpulan secara bersama serta membuat evaluasi.

Penggunaan model pembelajaran ini ternyata dapat meningkatkan motivasi belajar dan minat siswa. Terbukti dengan meningkatnya hasil pembelajaran siswa pada penilaian hariannya. (ti4/ton)

Guru SDN 01 Sijeruk Kec. Sragi, Kab. Pekalongan

Baca juga:  Layanan Konseling Individu di Masa Pandemi melalui Google Forms

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya