alexametrics

Cara Seru Belajar Menulis Anekdot dengan Instagram

Oleh : Dra. Susilowati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran jarak jauh (PJJ) di era pandemi ini sudah berjalan hampir satu tahun. Kebosanan sudah mulai terasa baik pada siswa maupun guru. Respon siswa mulai melemah. Tetapi kita sebagai guru dituntut untuk menciptakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang menarik, minim biaya dan mudah digunakan. Tidak hanya itu, materi pembelajaran yang diberikan guru, juga harus dapat tersampaikan dengan baik kepada siswa.

Memahami situasi seperti itu penulis mencoba menggunakan media sosial. Seperti kita ketahui peserta didik sering mengunggah foto dan menggambarkan peristiwa terbaru atau peristiwa lucu yang mereka alami. Karena itu penulis mencoba menggunakan Instagram sebagai salah satu media yang digunakan untuk memancing antusiasme peserta didik dalam kegiatan belajar menulis teks anekdot tentang pengalaman lucu yang pernah dialami siswa sendiri atau orang lain.

Tujuan menggunakan teknik ini agar peserta didik lebih semangat belajar menulis menggunakan media Instagram karena mereka bisa mengunggah status yang baru, yang menarik karena mengandung kelucuan yang mengkritik.

Baca juga:  Melalui Bermain Air Tenangkan Anak Usia Dini

Dalam bukunya Alhabash dan Ma (2017) menyatakan, Instagram adalah salah satu media sosial yng digunakan oleh peserta didik untuk berbagi informasi pribadi seperti mengunggah foto-foto atau video dan menuliskan caption pada unggahan tersebut.

Menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa dari empat keterampilan berbahasa yang harus dikuasai peserta didik. Yakni keterampilan membaca, mendengarkan, berbicara dan menulis. Menulis anekdot selain sebagai keterampilan yang harus dipahami dan dipelajari, juga bermanfaat untuk menghibur karena menyajikan cerita sindiran dalam humor menggelitik.

Dalam menyusun anekdot, ada beberapa hal yang harus ditentukan lebih dahulu. Yakni tema, kritik, kelucuan, tokoh, struktur yang terdiri -abstraksi atau pendahuluan – orientasi merupakan kejadian yang mengarah kepada terjadinya krisis atau konflik. Krisis atau inti merupakan puncak cerita yang mengandung kelucuan dan mengundang tawa – reaksi adalah tanggapan terhadap krisis yang terjadi, koda atau penutup.

Baca juga:  Mengembangkan Budaya Literasi Sejarah dengan Explicit Instruction

Selain itu peserta didik juga harus mahir menggunakan ciri kebahasaan seperti menggunakan kalimat retoris, kata kerja aksi, kalimat perintah. Menggunakan kalimat seru serta konjungsi yang menyatakan hubungan waktu untuk mengurutkan peristiwa atau kejadian yang diceritakan.

Langkah awal yang dilakukan penulis adalah memberi materi tentang kaidah dan ciri kebahasaan teks anekdot melaluai Google Class Room. Dan memberi tugas untuk menulis teks anekdot tentang kejadian lucu yang mengesankan yang pernah dialami sendiri maupun kejadian lucu yang dialami orang lain.

Lalu dikirim melalui Google Classroom. Hasil pekerjaan peserta didik dikoreksi, sehingga guru bisa mengambil nilai tentang keterampilan menulis. Berikutnya guru mengembalikan hasil pekerjaan siswa yang sudah dikoreksi dan dinilai oleh guru untuk diunggah di Instagram, sebagai caption dilengkapi foto atau gambar yang mendukung cerita dalam anekdot.

Teknik belajar menulis teks anekdot menggunakan media Instagram ini sangat menarik peserta didik. Karena mereka dapat cerita lucu yang dialami sendiri maupun orang lain pada beranda Instagram. Penulis juga meminta peserta didik untuk menggunakan fitur tag pada cerita maupun gambar yang diunggah dan menandai dengan menyebut akun Instagramnya agar penulis dapat mengecek siapa saja yang sudah mengunggah tugasnya di Instagram.

Baca juga:  Soal Higher-Order Thinking Skill Melatih Siswa Berpikir Kritis

Selanjutnya penulis memberikan sedikit ulasan tentang unggahan peserta didik pada kolom komentar. Peserta didik lain juga diharapkan memberikan kritik dan saran dalam kolom komentar.Tujuannya untuk membiasakan berkomunikasi dan menulis pengalaman pribadi dengan baik peserta didik dengan tanda love. Komentar terbanyak akan akan mendapat nilai tambahan. Karena itu berarti unggahan mereka banyak diminati para pengikut di Instagramnya.

Dengan menerapkan teknik belajar menulis anekdot dengan media Instagram, diharapkan peserta didik dapat meningkatkan minat dan antusias dalam menulis. (pm1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMKN 1 Ngablak, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya