alexametrics

Stretching dapat Mengembalikan Konsentrasi Kegiatan Daring

Oleh: Sumarjana, S.Pd Jas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, STRETCHING merupakan satu gerakan yang menghasilkan penguluran otot dan peregangan sendi, sehingga sangat efektif dilakukan dengan merelaksasi otot dan sendi yang akhirnya kita kembali fress. Saat kita melakukan pemanasan (Warming- Up), hal yang pertama kali kita lakukan adalah Sretching. Pengaruh dari stretching adalah otot yang lentur dan keluasan gerak sendi, sehingga otot atau sendi siap menerima gerakan yang lebih komplek dan penambahan pembebanan.

Stretching dapat memperbaiki posisi tubuh yang terfiksasi ( tertahan pada posisi yang sama dalam waktu lama), sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman di badan. Tubuh dengan kondisi terfiksasi dapat menimbulkan rasa pegal, hal ini akibat dari posisi yang memaksa segmen atau bagian tubuh berada dalam keadaan diam dalam waktu tertentu. Sehingga untuk mengembalikannya perlu adanya stretching yaitu penguluran otot dan peregangan sendi. Dengan kondisi yang tertahan pada posisi tertentu tidak hanya otot dan persendian yang tidak nyaman, sirkulasi darahpun tidak lancar, sehingga akan muncul keadaan kebas atau penampang badan kita tidak bisa merasakan rangsangan dari luar atau biasa disebut kesemutan. Selain itu jika kondisi ini dibiarkan menjadi suatu hal rutin akan bepengaruh pada proporsi tubuh atau bentuk tubuh.

Baca juga:  Pembelajaran IPS Lebih Menyenangkan dengan Model CTL

Stretching merupakan bentuk gerakan atau kegiatan untuk merelaksasi atau merekondisi (mengembalikan keadaan tubuh seperti semula) keadaan tubuh yang mendapat tekanan karena rutinitas seseorang. Stretching merupakan gerakan sederhana yang sesuai dengan anatomi tubuh manusia, sehingga fungsi dan posisi anggota badan dapat kembali sabagaimana mestinya. Stretching tidak selalu diikuti dengan aktifitas gerakan untuk latihan atau gerakan yang lebih berat, dalam hal ini stretching lebih menitik beratkan pada relaksasi atau rekondisi tubuh. Sehingga gerakannyapun tidak sekomplek seperti saat kita melakukan pemanasan atau Warming- Up, cukup gerakkan yang bisa memulihkan kondisi tubuh setelah sekian lama beraktifitas.

Pada masa Pandemi akibat mewabahnya virus Covid-19, memaksa instansi pendidikan tak terkecuali SMA Negeri 1 Jetis Kab. Bantul Yogyakarta memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Daring. Proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini menggunakan perangkat IT dan menuntut kita diam dalam waktu yang lama. Berbicara tentang PJJ menuntut kita dalam keadaan siaga dan bisa-bisa saking lamanya kita bisa Spaneng kalau orang Jawa. PJJ menuntut konsentrasi tinggi, pikiran terfokus, sehingga berpengaruh besar terhadap anggota tubuh manusia.

Baca juga:  V-Lab Semangatkan Belajar Titrasi Asam Basa

SMA Negeri 1 Jetis Kab. Bantul Yogykarta di bawah kebijakan Provinsi jadi memberlakukan 5 Hari kerja, dengan durasi belajar jam 07.30 s/d 14.00 sekitar 7 jam 30 menit, siswa dan guru harus berhadapan dengan perangkat Laptop atau Tablet atau HP, dan bahkan karena tuntutan kurikulum terkadang sampai malam. Kondisi selama pembelajaran dengan durasi yang lama akhirnya membuat tubuh dengan segala keterbatasannya mengalami masalah, seperti menurunnya konsentrasi, tidak nyambung dalam komunikasi, ini harus segera dipulihkan.

Streching dapat memulihkan konsentrasi seseorang, seperti ini mekanismenya. Dalam keadaan turun konsentrasi atau gagal fokus ini disebabkan karena kontraksi otot yang berlebihan dan tertahan dalam waktu yang lama. Jika otot sudah berkontraksi tanpa relaksasi maka akan berpengaruh pada sirkulasi darah atau transportasi darah di seluruh tubuh, nah kalau darah tidak terdistribusikan dengan normal, terlebih-lebih ke otak maka akan mempengaruhi kinerjanya. Dengan kondisi seperti ini maka peran stretching adalah mengembalikan otot yang terus-menerus berkontraksi kembali berelaksasi dan sendi yang menopang posisi badan dengan posisi relatif tetap, harus segera di rilekskan.

Baca juga:  Project–Based Blended Learning Tumbuhkan Minat Menulis Greeting Card

Dengan stretching otot direlaksasi, sendi diregangkan maka kinerja otak akan kembali normal karena sirkulasi darah lancar, ditambah posisi badan yang rileks karena sendi tidak menegang, akhirnya timbul rasa nyaman dengan kinerja otak yang fres, sehingga konsentrasi guru maupun siswa SMA Negeri 1 Jetis Kab. Bantul Yogyakarta dalam kegiatan PJJ kembali bersemangat penuh kosentrasi dan fokus. (pg2/zal)

Guru SMAN 1 Jetis, Bantul

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya