alexametrics

Mengoptimalkan Pembelajaran Matematika dengan Metode Daring

Oleh: Suroto,S.Pd.,M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Penghentian sementara proses belajar tatap muka di sekolah untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19, membuat banyak guru mencari cara mengembangkan pembelajaran siswa di rumah. Selama ini pembelajaran dengan tatap muka menjadi model pembelajaran yang paling efektif karena telah dilaksanakan di sekolah selama beberapa waktu dan menjadi pilihan utama hingga saat ini. Pandemi Covid-19 yang melanda berbagai belahan dunia dalam beberapa bulan ini telah mengubah kebiasaan berbagai aspek tatanan kehidupan, tidak terkecuali pembelajaran di sekolah. Metode pembelajaran klasik dengan tatap muka yang selama ini menjadi andalan di sekolah dan luar sekolah mendadak harus berubah drastis dengan model daring (online).

Hal inilah membuat dunia pendidikan kita menjadi berubah 180 derajat. Karena satu satunya solusi yang bisa ditawarkan dengan melakukan pembelajaran daring (online learning/ Online classroom). Hal ini seperti memberikan shock therapy bagi guru dan siswa. Banyak guru belum mengenal apa itu pembelajaran daring dan bagaimana melakukannya. Demikian pula dengan siswa masih belum familiar terutama di daerah pedesaan dengan pembelajaran daring. Masalah mendasar lainnya adalah pola kebiasaan cara belajar mengajar siswa dan guru yang sudah terbiasa belajar secara konvensional.

Baca juga:  Alga Holing Tingkatkan Semangat Belajar Siswa

Guru mata pelajaran Matematika menghadapi kendala metode pembelajaran yang tidak mudah. Selama ini mata pelajaran Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap momok bagi siswa. Dengan pembelajaran tatap muka biasa saja banyak siswa yang mengalami kesulitan, apalagi jika dilaksanakan secara daring.

Pembelajaran Matematika yang ideal harus memperhatikan perbedaan kecepatan berpikir, daya juang, gaya belajar anak, minat dan motivasi anak. Meskipun metode daring merupakan metode pembelajaran baru dan banyak kendala, namun seorang guru Matematika harus mampu membangun kreativitas agar proses pembelajaran tetap berjalan menarik dan efektif.

CL Dillon and C.N Gunawardena (1995) menyebutkan, ada tiga hal yang akan menentukan efektifitas dalam pembelajaran jarak jauh. Pertama, teknologi. Dalam hal ini guru dan siswa harus punya akses yang mudah terhadap jaringan dengan waktu seminim mungkin. Kedua, karakteristik pengajar. Guru sebagai pengajar memegang peranan penting dalam efektivitas pembelajaran secara daring. Ketiga, karakteristik siswa sendiri. Setiap siswa memiliki karateristik spesifik yang harus dipahami oleh guru.

Baca juga:  Tingkatkan Percaya Diri Siswa, Belajar Pahlawanku dengan Kooperatif Scramble

Dengan demikian guru dituntut untuk mampu merancang atau mendesain pembelajaran daring yang ringan dan efektif, dengan memanfaatkan perangkat atau media daring yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Hal yang paling sederhana dapat dilakukan oleh guru bisa dengan memanfaatkan WhatsApp Group, google classroom atau yang lainya. Aplikasi whatsApp cocok digunakan bagi pengajar daring pemula, karena pengoperasiannya sangat simple dan mudah diakses siswa. (pg2/ton)

Guru Matematika SMP Negeri 2 Lebaksiu Kab. Tegal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya