alexametrics

Belajar Teknologi Produksi Pangan semakin Menyenangkan dengan Picture and Picture

Oleh : Juniati, S.Pd.SD, M.Pd.

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan turut menentukan sikap, mental, perilaku, kepribadian dan kecerdasan siswa. Salah satu komponen yang sangat penting dalam dunia pendidikan adalah guru, guru merupakan ujung tombak pendidikan. Guru langsung berhadapan dengan siswa dalam kegiatan pembelajaran yang di dalamnya mencakup kegiatan pentransferan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penanaman nilai-nilai positif melalui bimbingan dan juga tauladan.

Pada KD 3.6 Mencermati isi teks informasi tentang perkembangan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi di lingkungan setempat, pada materi teknologi produksi pangan di kelas III SD Negeri Ujungnegoro 01 Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang, hasil belajar siswa masih rendah. Hal ini karena guru kurang menguasai berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang disampaikan. Sehingga siswa tidak tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran. Maka dari itu, penulis mencoba menggunakan model pembelajaran picture and picture untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang teknologi produksi pangan.

Baca juga:  Tingkatkan Kinerja Guru melalui Supervisi Akademik Berbasis Budaya Sekolah

Menurut Hamdani (2011: 89), model pembelajaran picture and picture adalah suatu pembelajaran yang menggunakan gambar dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis. Model pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam betuk ukuran besar.

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, teknologi pangan adalah suatu disiplin ilmu yang menerapkan ilmu pengetahuan tentang bahan pangan khususnya setelah panen (pasca panen) menggunakan teknologi yang tepat untuk memperoleh manfaat seoptimal mungkin sekaligus meningkatkan nilai tambah dari pangan tersebut.

Setelah penulis menggunakan model pembelajaran picture and picture untuk belajar teknologi produksi pangan, hasil belajar siswa meningkat. Proses belajar mengajar lebih efektif, efesien, dan menyenangkan.

Baca juga:  Cara Mudah Menulis Teks Negosiasi dengan Model Picture and Picture

Langkah-langkah model pembelajaran picture and picture sebagai berikut: pertama, siswa dibagi menjadi dua kelompok besar. Kedua, guru menjelaskan secara singkat langkah-langkah permainan “Lari Estafet” (dengan model picture and picture). Ketiga, ketika guru memberi aba-aba “mulai”, siswa pertama dari tiap kelompok berlari mengambil kartu gambar yang ada di depan dan membawanya ke siswa kedua, kemudian siswa kedua berlari lagi untuk menempelkannya pada papan yang telah disediakan oleh guru. Keempat, siswa memerinci gambar yang termasuk teknologi produksi pangan dengan yang bukan hasil teknologi produksi pangan, disertai dengan bahan dasar pembuatnya. Kelima, siswa kedua yang telah menempelkan gambar, mengambil gambar kedua dan diberikan kepada siswa ketiga, begitu seterusnya sampai kartu gambar habis. Keenam, Kelompok yang paling cepat menempelkan dan paling banyak benarnya menjadi pemenang. Ketujuh, siswa diajak untuk mengonfirmasi jawaban yang benar. Kedelapan, kelompok yang menang diberi apresiasi berupa tanda bintang.

Baca juga:  Pengaruh Penguasaan Konten dalam Bimbingan Belajar Kemandirian

Penulis dapat menyimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture untuk belajar tentang teknologi produksi pangan menjadi lebih menyenangkan. Semua siswa sangat aktif dan bersemangat selama proses belajar mengajar berlangsung, sehingga hasil belajar siswapun meningkat. (pg2/ton)

Guru SDN Ujungnegoro 01, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya