alexametrics

Tak Bikin Bosan Belajar Matematika dengan Pendekatan RME

Oleh: Winarti, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN merupakan proses panjang dan berkelanjutan untuk mentransformasikan peserta didik menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan penciptaannya, yaitu bermanfaat bagi diri sendiri, sesama, dana lam semesta, beserta segenap isi dn peradapannya. Pada abad pengetahuan, yaitu abad 21, diperlukan sumber daya manusia dengan kualitas tinggi, kreatif terampil, memahami berbagai budaya, mampu belajar sepanjang hayat. Belajar pada hakikatnya adalah suatu proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu siswa. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada pencapaian tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman yang diciptakan guru.

Harapan pendidik adalah menginginkan peserta didik tuntas belajarnya. Sedangkan pengertian dari belajar tuntas ialah suatu sistem yang mengharapkan sebagian besar siswa dapat menyelesaikan tujuan pembelajaran dari satuan atau unit-unit pelajaran secara tuntas. Namun kenyataan di lapangan dalam proses pembelajaran menghitung pada materi pecahan, masih ditemukan adanya beberapa kendala dan hambatan. Penulis menemukan beberapa permasalahan yang timbul dari dari sebagian peserta didik kelas VI SDN Pagumenganmas. Dikarenakan matematika adalah mata pelajaran yang sangat sulit dan menyeramkan, apalagi guru dalam menyampaikan pembelajaran monoton, ceramah dan pemberian tugas.

Baca juga:  Project-Based Learning (PJBL) Solusi Efektifkan Pembelajaran Jarak Jauh

Rendahnya pemahaman siswa dalam materi dan ketidaktertarikan peserta didik dalam menerima pelajaran, maka penulis berusaha mengubah metode tradisional menjadi metode yang menarik. Yaitu menerapkan metode Realistic Mathematics Education (RME). Pendidikan matematika realistis atau Realistic Mathematics Education “RME” adalah sebuah pendekatan belajar matematika yang menempatkan permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari sehingga mempermudah siswa menerima materi dan memberikan pengalaman langsung dengan pengalaman mereka sendiri. Masalah-masalah realistis digunakan sebagai sumber munculnya konsep-konsep atau pengetahuan matematika formal, dimana siswa diajak bagaimana cara berpikir menyelesaikan masalah, mencari masalah, dan mengorganisasi pokok persoalan.

Dalam pendekatan matematika realistik, siswa dipandang sebagai individu (subjek) yang memiliki pengetahuan dan pengalaman sebagai hasil interaksinya dengan lingkungan.. Melalui eksplorasi berbagai masalah, baik masalah kehidupan sehar-hari maupun masalah matematika, siswa dapat merekonstruksi kembali temuan-temuan dalam bidang matematika. Jadi, berdasarkan pemikiran ini konsepsi siswa dalam pendekatan ini adalah sebagai beriikut: Siswa memiliki seperangkat konsep alternatif tentang ide-ide matematika yang mempengaruhi belajar selanjutnya, siswa memperoleh pengetahuan baru dengan membentuk pengetahuan itu untuk dirinya sendiri.

Baca juga:  Parodi Tingkatkan Hasil Belajar Asma’ul Khusna secara Optimal

Langkah-langkah pendekatan RME sebagai berikut: Pertama, Memahami masalah kontekstual. Guru memberikan masalah (soal) kontekstual dan siswa diminta untuk memahami masalah tersebut. Guru menjelaskan soal atau masalah dengan memeberikan petunjuk/saran seperlunya (terbatas) terhadap bagian-bagian tertentu yang dipahami siswa. Kedua, Menyelesaikan masalah kontekstual. Siswa secara individual disuruh menyelesaikan masalah kontekstual pada Buku Siswa atau LKS dengan caranya sendiri. Ketiga, Membandingkan dan mendiskusikan jawaban. Siswa diminta untuk membandingkan dan mendiskusikan jawaban mereka dalam kelompok kecil. Setelah itu hasil dari diskusi itu dibandingkan pada diskusi kelas yang dipimpin oleh guru. Keempat, Menarik Kesimpulan..

Setelah penerapan ini dilakukan kelas VI SDN Pagumenganmas Karangdadap suasana pembelajaran didalam kelas berubah menyenangkan, karena menggunakan realitas kehidupan sehingga siswa tidak cepat bosan untuk belajar matematika. (ce3/zal)

Baca juga:  Model Inquiry Learning, Optimalkan Hasil Belajar PJOK

Guru SDN Pagumenganmas, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya