alexametrics

Serunya Belajar Sikap Peduli dengan metode Demonstrasi

Oleh : Ifrokhiyah,S.Ag

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran yang menarik membuat siswa gembira dan antusias dalam mempelajarai pengetahuan yang diajarkan oleh guru. Menciptakan pembelajaran yang menarik pada praktiknya tidak selalu mudah dan lancar sebagaimana dialami oleh penulis pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di kelas III (tiga) SD Negeri 01 Sastrodirjan Wonopringgo masih ditemukan siswa yang acuh tak acuh dan tidak bersemangat ketika mengikuti kelas pembelajaran. Penulis menerapkan metode demonstrasi untuk materi pembelajaran sikap peduli terhadap sesama di kelas III. Metode ini dipandang mampu menggerakkan siswa merasa senang dan bersemangat dalam belajar.

Menurut Muhibbin Syah (2013: 22), metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Menurut Suaedy (2011), metode demonstrasi adalah suatu cara penyampaian materi dengan memperagakan suatu proses atau kegiatan.

Baca juga:  Teori Kondisioning dan Implementasinya dalam Pendidikan Agama Islam

Materi pembelajaran sikap peduli terhadap sesama di kelas III, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ini memuat kompetensi dasar pada ranah pengetahuan memahami sikap peduli terhadap sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al Kautsar. Ranah keterampilan mencontohkan perilaku peduli terhadap sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al Kautsar. Indikator capaian belajarannya siswa mampu mengidentifikasi sikap peduli terhadap sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al Kautsar serta mampu mempraktikan sikap peduli terhadap sesama.

Langkah –langkah model pembelajaran demonstrasi pada materi sikap peduli terhadap sesama sebagai implementasi Q.S. Al Kautsar di kelas III sebagai berikut: Pertama, guru melakukan apersepsi dan memberikan motivasi –motivasi kesuksesan belajar. Pada pemberian demonstrasi guru bisa menceritakan kisah sukses tokoh dalam bentuk narasi atau gambar atau video setelah itu guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Kemudian, guru menyajikan gambaran sekilas materi sikap peduli terhadap sesama sebagai implementasi Q.S Al Kautsar. Selanjutnya, guru menyiapkan bahan atau alat berupa bacaan Q.S Al Kautsar dengan terjemahan, dan beberapa alat bahan lainya untuk melakukan demonstrasi sikap peduli dengan menggunakan media bahan dan alat –alat tersebut untuk meyakinkan siswa. Lalu, guru menunjuk salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan. misalnya skenarionya adalah bagaimana kepedulian melihat seorang anak kecil di trotoar yang sedang kelaparan, bagaimana kepedulian melihat lelaki tua di teras toko yang meminta makan dan lain sebagainya sesuai implementasi Q.S. Al Kautsar. Lalu, seluruh siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisanya lalu tiap murid mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemonstrasikan. Terakhir, guru membuat kesimpulan dan melakukan refleksi untuk memastikan seluruh siswa mencapai pemahaman maksimal.

Baca juga:  Layanan Bimbingan Konseling di Era New Normal

Metode demontrasi memiliki kelebihan di antaranya perhatian murid dapat dipusatkan, dapat membimbing siswa kea rah berpikir yang sama, lebih ekonomis dalam jam pelajaran, siswa lebih mendapatkan gambaran yang jelas dari hasil pengamatan dan persoalan yang menimbulkan pertanyaan dapat diperjelas pada saat proses demonstrasi. Meski begitu metode ini memiliki kelemahan yaitu tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dalam kelas, kadang demonstrasi di dalam kelas beda dengan demonstrasi dalam situasi nyata. (ce3/ton)

Guru PAI SD Negeri 01 Sastrodirjan Wonopringgo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya