alexametrics

Metode Ciptakan Budaya Sekolah yang Kondusif

Oleh : Sri Kasih, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kepala sekolah sebagai manajer pendidikan di sekolah memiliki peran yang sangat besar dalam menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif inovatif. Karena fungsi kepala sekolah merupakan penggerak, penentu arah kebijakan menuju sekolah dan pendidikan secara luas. Sebagai pengelola institusi satuan pendidikan, kepala sekolah dituntut selalu meningkatkan efektifitas kinerjanya.

Pendidikan merupakan salah satu faktor penentu kemajuan sebuah negara. Apabila pendidikannya bagus, maka kemungkinan bangsa itu untuk maju juga besar. Akan tetapi, bila pendidikannya kurang bagus, maka bangsanya pun juga sulit untuk maju. Dengan pendidikan yang bagus, diharapkan penduduk suatu negara memiliki kemampuan yang lebih dan memiliki moral yang lebih bermartabat. Memiliki sudut pandang yang lebih luas dalam menghadapi suatu masalah ataupun perbedaan yang terjadi alam kehidupannya. Harapan penulis pada SDN 02 Podo, Kecamatan Kedungwuni dapat menciptakan kelas kondusif. Karena dari pengamatan langsung, beberapa kali siswa sewaktu pembelajaran ramai, tidak tertib dengan ada atau tanpa ada guru di kelas.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Materi Organ Pernapasan Manusia melalui Video

Untuk menciptakan kelas kondusif semua itu berawal dari guru yang harus bisa memberikan aturan yang disepakati oleh siswa. Berikan hukuman ringan bagi siswa yang melanggar peraturan sesuai dengan kesepakatan bersama. Sehingga siswa tidak bisa membuat keributan di kelas yang membuat suasana belajar tidak kondusif.

Bisa dengan cara yang lebih praktis dan ekonomis tetapi reliable. Yaitu mengedarkan angket yang telah divalidasi. Faktor-faktor lain seperti kurikulum, sarana, dan kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan pembelajaran di kelas dan sekolah memegang peranan penting dalam pembentukan sekolah.

Budaya sekolah merupakan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh warga sekolah, diperoleh dari sekolah maupun lingkungan, dan direfleksikan ke dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi penciri suatu sekolah (budaya).

Baca juga:  Tingkatkan Mutu Sekolah dengan Supervisi Akademik Guru

Budaya sekolah dapat tercipta melalui pembiasaan. Pembiasaan yang baik akan menghasilkan budaya yang positif, demikian sebaliknya. Namun, tidak dipungkiri semua itu tidak lepas dari peran penting para pimpinan sekolah. Kepala sekolah menjadi bagian penentu terwujudnya budaya sekolah yang baik atas dasar kebijakan yang diberlakukan, program-program yang dicanangkan, serta sasaran dan metode pencapaian yang jelas. Dalam menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah serta stakeholders harus bekerjasama dalam segala hal.

Metode-metode untuk menciptakan pencapaian tersebut antara lain: Pertama, pengembangan kultur budaya tradisional. Kedua, implementasi nilai-nilai keislaman. Ketiga, internalisasi dan penekanan nilai-nilai karakter. Adapun strategi yang dilakukan dalam rangka menciptakan budaya sekolah tersebut antara lain: melakukan perencanaan program yang matang dan strategi pencapaian yang jelas, melakukan perubahan mindset kepada seluruh stakeholder, memberi contoh teladan yang baik. Menanamkan nilai-nilai karakter, dan menciptakan daya dukung yang optimal.

Baca juga:  Tingkatkan Kinerja Guru melalui Supervisi Edukatif Berkelanjutan

Setelah penulis menerapkan trik di atas, maka terwujudlah pada setiap pembelajaran suasana belajar dan mengajar yang menyenangkan. Membuat siswa menjadi semangat belajar dan pembelajaran akan lebih bermakna. Karena pembelajaran tidak selalu dinilai dari perolehan angka yang tinggi. Tapi dengan situasi KBM yang menyenangkan akan membawa dampak pada hasil belajar pada peserta didik. (ce3/lis)

Kepala SDN 02 Podo, Kec. Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya