alexametrics

Mengenal Bahan Konduktor dan Isolator dengan Benda Asli di Kelas V SD

Oleh: Arie Suryani, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Penyajian materi pelajaran khususnya bagi siswa sekolah dasar akan lebih mudah dipahami apabila materi yang disajikannya bersifat konkret. Seperti yang terjadi di SD Negeri Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, kelas 5 semester 2. Khususnya pada kompetensi dasar mengenal benda konduktor dan isolator.

Hal ini mengingatkan kita bahwa tidak semua siswa sanggup belajar dengan cara verbal yang abstrak dikarenakan perkembangan kognitif mereka masih pada taraf operasional konkret. Pendapat Piaget yang dikutip S. Nasution (1982 : 183) membedakan beberapa fase dalam aspek kognitif yaitu fase sensorimotor, praoperasional, operasional konkret, dan fase operasional formal.

Lebih lanjut Piaget (dalam Marjory Ebbeck) menjelaskan anak usia (7-11 tahun) yang berada pada fase operasional konkret. Benda asli memiliki macam sangat bervariasi namun dapat diklasifikasikan dalam dua istilah (Degeng, 1993: 56) yaitu objek dan benda/barang contoh (specimen).

Baca juga:  Discovery Learning Tingkatkan Hasil Belajar Tematik

Objek yakni semua benda yang masih dalam keadaan asli, alami seperti ia hidup dan berada. Sedangkan benda/barang contoh (specimen) yaitu benda-benda asli atau sebagian benda asli yang dipergunakan sebagai sampel.

Pengklasifikasian benda asli di samping seperti di atas dapat juga dilakukan dengan cara mengklasifikasikannya menjadi benda asli alami dan benda asli buatan manusia. Benda asli alami yaitu benda yang benar-benar asli tanpa ada perubahan bentuk dan sifat aslinya, oleh manusia. Sedangkan benda asli buatan yaitu benda asli yang sudah diubah baik bentuk maupun sifatnya oleh manusia yang mungkin dibuat perhiasan, alat, perlengkapan, makanan dan minuman.

Ada dua teknik yang dapat ditempuh untuk belajar melalui benda sebenarnya yaitu “membawa kelas ke dunia luar” dan “membawa dunia ke dalam kelas”. Teknik membawa kelas ke dunia luar, maksudnya adalah anak dalam mempelajari materi pelajaran melalui objek nyata ke luar kelas yang biasanya dalam bentuk karya wisata.

Baca juga:  Jangan Pernah Takut Memberikan Konsep Perkalian Berbeda pada Siswa SD

Teknik ke dua dalam pemanfaatan benda asli yaitu membawa dunia ke dalam kelas. Maksudnya siswa dalam mempelajari materi pelajaran melalui benda asli/real objek, benda asli tersebut yang berupa sampelnya dibawa ke dalam kelas.

Agar proses pembelajaran dengan memanfaatkan benda asli tersebut dapat berlangsung dan berhasil dengan baik, maka perlu menempuh beberapa langkah. Langkah-langkah tersebut yaitu menetapkan tujuan secara jelas, merumuskan tujuan perilaku khusus secara tepat. Memilih alat pembelajaran untuk, mencapai tujuan yang ditetapkan sebelumnya, mengetahui karakteristik siswa secara tepat, menyusun perencanaan pelajaran melaksanakan penyajian pembelajaran yang berpusat pada keterlibatan siswa dan dikombinasikan dengan media. Melakukan kegiatan tindak lanjut, serta melaksanakan evaluasi.
Ketujuh langkah tersebut di atas sangat perlu untuk diperhatikan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan benda asli, sehinga pembelajaran yang dilakukannya dapat berlangsung secara efektif.

Baca juga:  Asyik Mengenal Tata Surya dengan Bermain Peran

Benda asli memiliki peran sangat penting dalam pembelajaran di sekolah dasar. Mengingat siswa sekolah dasar perkembangan kognitifnya berada pada taraf operasi konkret. Benda asli yang sangat beragam jenisnya, dalam memanfaatkannya pada kegiatan pembelajaran dapat ditempuh dengan dua teknik yaitu membawa kelas ke dunia luar dan membawa dunia ke dalam kelas.
Agar pemanfaatan benda asli dalam kegiatan pembelajaran dapat berjalan efektif perlu ditempuh tahap-tahap dan langkah-langkah pemanfaatannya. (ce4/lis)

Guru SDN Karanggondang, Kec.Karanganyar, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya