alexametrics

Lancar Belajar Tema di Kelas Rendah dengan BL

Oleh: Nurul Novika, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 memberikan dampak pada banyak pihak, kondisi ini sudah merambah pada dunia pendidikan, pemerintah pusat sampai pada tingkat daerah memberikan kebijakan untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah meluasnya penularan Covid-19. Diharapakan dengan seluruh lembaga pendidikan tidak melaksanakan aktivitas seperti biasanya, hal ini dapat meminimalisir menyebarnya penyakit Covid-19 ini. Hal serupa juga sudah dilakukan oleh berbagai negara yang terpapar penyakit Covid-19 ini. Kebijakan lockdown atau karantina dilakukan sebagai upaya mengurangi interaksi, banyak orang yang dapat memberi akses pada penyebaran virus corona.

Kondisi pandemi saat ini menuntut pendidik dalam hal ini adalah guru untuk berinovasi. Menggubah pola pembelajaran tatap muka menjadi pola pembelajaran tanpa tatap muka. Ada beberapa permasalahan siswa kelas II SDN Kedungjaran yang mengakibatkan proses pembelajaran daring tidak berjalan dengan efektif. Masalahnya ketersediaan listrik dan akses internet sebagai media utama dalam penyelenggaraan pembelajaran Daring. Jadi siswa kesulitan mengikuti pelajaran, hampir 50% siswa tidak online di group pembelajaran dan siswa tidak mengumpulkan tugas, terbukti nilai ulangan materi Air Bumi dan Matahari rendah.

Baca juga:  Menjadi Guru yang Disukai Peserta Didiknya

Kemudian penulis menerapkan metode Blended Learning, adalah metode yang menggunakan dua pendekatan sekaligus. Dalam artian, metode ini menggunakan sistem daring sekaligus melalui video converence. Atau daring dengan luring, bagi siswa yang terkendala dengan online maka siswa menerima pekerjaan melalui lembaran yang sudah disiapkan guru. Jadi, meskipun pelajar dan pengajar melakukan pembelajaran dari jarak jauh, keduanya masih bisa berinteraksi satu sama lain. Untuk beralih dari model pembelajaran tatap muka atau bertemu secara langsung, lalu berubah menjadi daring (online) itu sangat membutuhkan effort dan biaya yang tidak sedikit. Namun ini bisa dimulai dengan model Blended Learning.

Model Blended Learning adalah pada dasarnya merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual. Blended learning merupakan pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya pembelajaran yang berbeda serta ditemukan pada komunikasi terbuka diantara seluruh bagian yang terlibat dengan pelatihan”. Sedangkan untuk keuntungan dari penggunaan blended learning sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial.

Baca juga:  Semangat Guru Menulis Jangan Kendor

Penerapan Blended Learning tidak terjadi begitu saja. Adapun karakteristik dari Blended Learning yaitu: Pertama, pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian. Kedua, model pendidikan, gaya pembelajaran, serta berbagai media berbasis teknologi yang beragam. Ketiga, Sebagai sebuah kombinasi pendidikan langsung (face to face), belajar mandiri, dan belajar mandiri via online. Keempat, Pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya pembelajaran. Kelima, Pendidik dan orangtua peserta didik memiliki peran yang sama penting, pendidik sebagai fasilitator, dan orangtua sebagai pendukung.

Harapan penulis melaksanakan Blended Learning supaya peserta didik dapat memberikan kesempatan yang terbaik untuk belajar. Dari kelas transisi ke elearning. Pembelajaran online menjadi sangat jelas dan siswa tetap focus memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru. (ce3/zal)

Baca juga:  EFI Management Teaching Platform Tingkatkan Kompetensi Siswa

Guru Kedungjaran, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya