alexametrics

Metode Penugasan Sebuah Alternatif Pembelajaran Daring

Oleh : Dra. Endang Sugiyarti

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 di Indonesia belum berakhir sampai saat ini. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas Penanganan Covid-19 pada Sabtu, (27/2/2021) penambahan kasus Covid 19 sebanyak 6.208 orang. Maka pembelajaran pun diubah menjadi sistem daring.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (Berita Negara RI Th 2019 No 1258), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 adalah memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.

Untuk daerah yang berada di zona kuning, orange, dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan belajar dari rumah dengan pembelajaran daring.

Baca juga:  Serunya Belajar Operasi Bilangan Bulat dan Pecahan melalui MIE

Pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka, tetapi melalui platform yang telah tersedia. Pembelajaran dilakukan secara interaktif seperti Zoom, Cloud Meeting, Google Meet, dan WhatsApp. Sejak diberlakukannya masa darurat pandemi Covid-19 pada tanggal 16 Maret 2020, pembelajaran dilakukan secara daring. Dalam pembelajaran daring ini guru dan peserta didik sama-sama belajar untuk memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran.

Menurut pendapat Bilfaqih dan Qomarudin (2015: 1) pembelajaran daring merupakan program penyelenggaraan kelas pembelajaran dalam jaringan untuk menjangkau kelompok target yang masif dan luas. Berdasarkan surat edaran Mendikbud No 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah diselenggarakan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, maka penyelenggaraan proses belajar mengajar dilakukan dari rumah.

Pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini, SMP Negeri 2 Sawangan juga menyelenggarakan pembelajaran dengan sistem daring. Namun dalam pelaksanaan pembelajaran daring yang diselenggarakan di sekolah ada beberapa kendala yang dihadapi peserta didik. Di antaranya HP Android bermasalah, gangguan sinyal, kuota habis, dan sebagainya. Untuk mengatasi hal tersebut agar pembelajaran tetap berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan diperlukan sebuah metode pembelajaran yang tepat.

Baca juga:  Peran PKn dalam Membangun Karakter Bangsa

Metode pembelajaran yang tepat disesuaikan kondisi di SMP Negeri 2 Sawangan adalah metode penugasan sebagai sebuah alternatif dalam pembelajaran daring. Menurut pendapat Syaiful Sagala, metode penugasan atau resitasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar peserta didik melakukan kegiatan belajar yang harus dipertanggungjawabkan (2003 : 129).
Metode penugasan ini dapat menumbuhkan proses pembelajaran yang eksploratif, mendorong perilaku kreatif, membiasakan berpikir komprehensif, dan memupuk kemandirian dalam proses pembelajaran.

Metode ini dilaksanakan sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi persoalan yang ada dalam pembelajaran daring. Dalam pembelajaran ini peserta didik didorong untuk melakukan kegiatan yang dapat mengatasi padatnya materi dan keterbatasan waktu dalam pembelajaran. Contoh dalam pembelajaran bahasa Indonesia peserta didik diberikan tugas yang dapat berupa mengikhtisarkan karangan, membuat kliping, menyusun sinopsis, menyusun puisi, menulis teks drama, dan lain-lain.

Baca juga:  Metode Card Sort Membantu Siswa Menghafal Huruf Hijaiyah

Dalam metode penugasan ini peserta didik akan terangsang untuk lebih aktif belajar meskipun dalam masa pandemi Covid-19. Pembelajaran daring dapat terlaksana dengan baik dan proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Dengan demikian metode penugasan dalam pembelajaran daring benar-benar dapat sebagai sebuah alternatif untuk mengatasi persoalan pembelajaran. (pm1/lis)

Guru SMPN 2 Sawangan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya