alexametrics

Dongkrak Belajar Membaca melalui Metode Scramble dengan Kartu Kata

Oleh : Sulastri, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Membaca dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting, karena dengan membaca kita dapat mengetahui informasi yang tertulis. Seringnya membaca dapat menguasai banyak kosa kata, berbagai tipe atau model kalimat. Sebab itu untuk meningkatkan membaca harus di ajarkan di usia dini. Kompetensi dasar membaca nyaring suku kata dan kata dengan lafal yang tepat pada siswa kelas satu SDN 02 Semingkir Randudongkal yang masih kurang. Hal ini dikarenakan perhatian siswa yang hanya terfokus di awal hingga pada kegiatan inti siswa cenderung ramai, tidak dalam situasi belajar sehingga materi yang disampaikan oleh guru tidak terserap dan dipahami oleh siswa.

Guru memegang peranan penting dalam menciptakan stimulus respon yang baik dan interaktif dalam proses pembelajaran. Salah satu tindakan yang dilaksanakan pada kegiatan ini dengan memberikan pembelajaran khusus yang dapat mengakomodasi setiap siswa dengan memperhatikan perkembangan, kesulitan dalam membaca serta memberikan media sederhana yang paling mudah dioperasikan sehingga mampu memberikan daya ingat yang kuat untuk siswa dalam mengenal huruf. Adapun tindakan yang dilaksanakan yaitu melalui penggunaan media kartu kata dan kartu huruf, dengan berbagai macam ejaan vokal, konsonan, gabungan konsonan dan diftong yang belum dikuasai siswa.

Baca juga:  Asyiknya Kegiatan Pramuka untuk Mengenal Lambang Negara

Shoimin (2014: 167) mengungkapkan bahwa melalui metode pembelajaran Scramble siswa dapat berlatih menyusun kata, kalimat maupun wacana yang acak susunannya menjadi susunan yang bermakna dan mungkin lebih baik dari susunan aslinya. Media kartu kata merupakan kata-kata yang dituliskan pada potongan-potongan suatu media, baik karton, kertas maupun papan tulis (tripleks). Potongan-potongan kata tersebut dapat dipindahkan sesuai keinginan pembuat suku kata, kata maupun kalimat. Penggunaan kartu kata ini sangat menarik perhatian siswa dan sangat mudah digunakan dalam pengajaran membaca permulaan. Selain itu kartu kata juga melatih kreatif siswa dalam menyusun kata-kata sesuai dengan keinginannya (Imas dan Berlin, 2015:46).

Langkah metode Scramble yang pertama siswa dibagi dalam kelompok kecil dan diminta untuk mengerjakan soal yang jawabannya telah disediakan secara acak. Kedua, siswa berlomba mencari kartu dengan kata yang diberikan guru. Ketiga, siswa menyusun kartu kata tersebut menjadi sebuah kalimat dan menempelkanya di papan flanel kemudian dibacakan secara bersama dan individu. Guru membimbing siswa yang dapat membaca dengan benar agar memberikan contoh membaca pada temannya yang belum tepat, kelompok yang sudah dapat membaca semua kata dengan benar dapat bertukar kartu kata dengan kelompok lain.

Baca juga:  Topik Layanan Bimbingan Mengelola Emosi di Saat Pandemi

Kelebihan metode ini siswa yang suka berkelompok dengan teman sebaya, memiliki rasa ingin tahu yang kuat, dan memandang nilai sebagai ukuran prestasi. Adanya pembagian kelompok dapat menumbuhkan sikap saling membantu dan bekerja sama, menghilangkan persaingan individu, menumbuhkan sikap demokratis dan melatih kemampuan memecahkan tugas yang diberikan. Hal ini akan membuat siswa saling bertukar informasi. Sedangkan kelemahan metode ini adalah memerlukan waktu yang panjang dalam pembuatan bahan. Karena menggunakan metode permainan, metode pembelajaran ini sering menimbulkan kegaduhan yang bisa mengganggu kelas lain. Metode Scramble dengan kartu kata diharapkan siswa mampu meningkatkan keterampilan membaca dan memahami lebih dalam lagi makna sebuah kata tanpa merasa terbebani dengan kegiatan belajar yang membosankan. Sebagai implikasinya guru dapat pula mengaplikasikan metode ini dalam proses pembelajaran membaca permulaan pada siswa kelas rendah. (gb1/ton)

Baca juga:  Suapi Tingkatkan Kompetensi Guru dalam Menyusun RPP

Guru SD Negeri 02 Semingkir Kec. Randudongkal, Kab. Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya