alexametrics

Pembiasaan Salat Berjamaah melalui Laporan Harian

Oleh: Istikomah, S.Ag

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEIRING munculnya wabah Covid – 19 di belahan bumi ini, mengharuskan kita untuk banyak beraktifitas di dalam rumah, tanpa terkecuali proses belajar mengajar juga dilaksanakan di rumah masing-masing dengan cara daring. Dengan proses belajar mengajar secara daring maka anak tidak lepas dari gadgetnya. Berdasarkan pengamatan penulis selama ini sering kali anak selesai mengerjakan tugas mereka asyik dengan bermain game atau asyik membuka aplikasi yang lain, sehingga mereka sampai lupa waktu bahkan bisa sampai melalaikan waktu salat fardu dan sangat kecil sekali presentasenya yang mau melaksanakan salat fardu dengan berjamaah. Ketika pembelajaran berlangsung penulis menyampaikan pertanyaan yang berkaitan dengan pembiasaan pelaksanaan salat berjamaah melalui WA dan penulis meminta mereka menjawab dengan jujur dan ternyata hanya kisaran 40% yang terbiasa melaksanakan salat berjamaah, dan ini terjadi di kelas VII pada SMPN 1 Gemuh. Maka di sinilah penulis sebagai guru agama sangat prihatin dan tergerak hati penulis untuk memberikan motivasi pada mereka agar mereka terbiasa melaksanakan salat lima waktu dengan berjamaah bersama keluarga di rumah karena mengingat kondisi pandemi yang harus menjaga jarak dari yang lain, maka salat berjamaah bisa dilakukan di rumah bersama keluarga masing-masing.

Baca juga:  Peta Digital Dalam Materi Letak dan Luas Wilayah Indonesia

Dengan kondisi yang seperti ini maka penulis berupaya untuk mancari cara agar peserta didik dan generasi muda di Indonesia tidak melalaikan kewajibannya dalam menjalankan salat fardu terutama secara berjamaah. Salah satu cara yang efektif adalah dengan membuat laporan harian pelaksanaan salat berjamaah. Metode ini penulis terapkan pada pembelajaran secara daring PAI kelas VII KD 3.4 tentang Indahnya Kebersamaan Salat Berjamaah. Meskipun dengan metode ini mungkin ada beberapa peserta didik yang awalnya tidak jujur dalam membuat laporan harian, tapi sedikit banyak memotivasi peserta didik untuk selalu mengerjakan salat fardu secara berjamaah. Salat berjamaah bisa membentuk jiwa sosial peserta didik berkembang dan bisa menumbuhkan rasa kasih sayang dan persaudaraan dalam keluarga dan peserta didik juga bisa lebih dekat dengan keluarga. Salat berjamaah pahalanya juga dilipat gandakan sampai 27 derajat sebagaimana yang tertera dalam sebuah hadits.

Baca juga:  Sukses Melaksanakan Program Sekolah Penggerak dengan Enam Langkah

Dengan membuat laporan harian pelaksanaan salat berjamaah secara tidak langsung dalam diri peserta didik akan terbentuk kebiasaan dalam melaksanakan salat berjamaah dalam setiap harinya. Laporan harian dibuat dengan cara membuat tabel pelaksanaan salat berjamaah dimulai dari salat subuh sampai salat isya dengan cara memberikan centang ya / tidak dan di beri keterangan alasan jika tidak melaksanakan salat berjamaah dan ada tanda tangan orang tua. Peserta didik mengirim laporannya setiap hari melalui WA Grup kelas dengan cara di foto. Dalam pembuatan tabel ini peserta didik juga dituntut kejujurannya, agar terbentuk karakter perilaku jujur. Dengan salat berjamaah peserta didik dapat merasakan indahnya kebersamaan dalam salat berjamaah. Penulis berharap dengan adanya membuat laporan harian ini peserta didik tergerak hatinya untuk membiasakan diri melaksanakan salat lima waktu dengan berjamaah. Penulis sebagai guru agama di SMPN 1 Gemuh mengucapkan alhamdulillah karena dengan adanya laporan harian tersebut, ternyata ada peningkatan yang signifikan, yang tadinya hanya kisaran 40% yang terbiasa melaksanakan salat berjamaah setelah dibuat laporan harian meningkat menjadi kurang lebih 80%. (pg1/zal)

Baca juga:  Meningkatkan Aktivitas Belajar IPS di Masa Pandemi dengan Film Animasi

Guru SMPN 1 Gemuh, Kendal.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya